Ubah Mindset ‘Politik Itu Kotor’, PDIP Sleman Rangkul Ratusan Gen Z Lewat Renungan Kudatuli

Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa, secara blak-blakan mengajak anak muda untuk mengikis stigma negatif terhadap dunia politik yang kerap dianggap kotor akibat apa yang terlihat di media sosial.

27 Juli 2026, 16:06 WIB

Yogyakarta-Mengenang sejarah kelam demi merawat demokrasi, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar aksi teatrikal dan renungan malam memperingati peristiwa “Kudatuli” (Kerusuhan 27 Juli 1996) di Kantor DPC PDIP Sleman pada Minggu malam (26/7/2026).

Mengusung tema “Spirit Perjuangan Menegakkan Demokrasi dan Melawan Otoritarianisme dalam Perspektif Generasi Z”, acara ini sukses menarik perhatian lebih dari 200 anak muda perwakilan dari seluruh kapanewon di Sleman untuk berdiskusi secara santai dan cair.

Dalam arahannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa, secara blak-blakan mengajak anak muda untuk mengikis stigma negatif terhadap dunia politik yang kerap dianggap kotor akibat apa yang terlihat di media sosial.

Menurutnya, politik pada dasarnya adalah sebuah wadah netral, sementara citra buruk yang melekat biasanya berasal dari oknum di dalamnya.

Ia juga memotivasi Gen Z agar tidak sekadar menjadi penonton atau konsumen politik, melainkan berani mengambil peran demi membawa perubahan nyata bagi bangsa.

Lebih lanjut, Danang menganalogikan hubungan antara pemimpin dan rakyat layaknya posisi Imam dan Makmum dalam salat—di mana pemimpin boleh saja berbuat salah, namun rakyat berhak dan wajib untuk meluruskannya.

Melalui momentum Kudatuli ini, DPC PDIP Sleman menitipkan dua pesan utama kepada generasi penerus: “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) agar tidak melupakan akar perjuangan bangsa, serta kesadaran demokrasi saat ini berdiri di atas tetesan keringat dan pengorbanan para pendahulu yang apinya harus terus disebarkan oleh anak muda.***

Berita Lainnya

Terkini