TI IPLBI ke-14 Dorong Bali Jadi Laboratorium Lingkungan Binaan Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal

Kata Gubernur Koster teknologi wajib ditempatkan sebagai instrumen penguat karakter masyarakat dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, bukan justru menggerus identitas lokal.

6 September 2026, 08:22 WIB

Denpasar -Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak boleh menggantikan nilai-nilai luhur masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Koster saat membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan para akademisi dan peneliti, Gubernur Koster menyampaikan pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecerdasan manusia dan budaya.

Menurutnya, teknologi wajib ditempatkan sebagai instrumen penguat karakter masyarakat dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, bukan justru menggerus identitas lokal.

Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya. Justru kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya,” tegas Koster dalam kegiatan bertema kecerdasan budaya tersebut.

Ia menambahkan, pembangunan daerah harus berpijak pada Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125 dengan berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi.

Koster juga mendorong perguruan tinggi agar aktif menggali kearifan lokal seperti Arsitektur Tradisional Bali dan sistem Subak melalui riset inovatif yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia TI IPLBI ke-14, Prof. Ni Ketut Agusintadewi, menjelaskan forum ilmiah ini mempertemukan berbagai gagasan untuk menjawab tantangan lingkungan binaan masa depan.

Rangkaian acara yang berlangsung selama 3–5 September 2026 tersebut mencakup seminar nasional, masterclass fenomenologi dan AI, hingga kunjungan lapangan arsitektur.

“Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kolaborasi antara teknologi, lokalitas, dan budaya secara kontekstual dan saling melengkapi,” ujar Prof. Agusintadewi. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua IPLBI Periode 2024–2027, Dr. Ir. Susilo Kusdiwanggo, serta ratusan perencana dan praktisi dari berbagai daerah.***

Berita Lainnya

Terkini