![]() |
| Ketua DPD ICA Bali Gede Putu Hendra Mahena (foto:kabarnusa) |
JIMBARAN – Lewat musyawarah daerah yang berlangsung penuh kekeluargaan akhirnya I Gede Putu Hendra Mahena terpilih scara aklamasi menjadi Ketua DPD Indonesian Chef Association (ICA) Bali periode 2017-2022 yang berlangsung di Bali Paragon Resort Jimbaran Badung
Usai terpilih menggantikan Ketua DPD ICA Bali sebelumnya Komang Adi Arsana, Hendra menegaskan, siap membawa organisasinya lima tahun mendatang bisa lebih profesional sesuai dengan visi dan misi yang diusungnya.
Sesuai visi yang disebutnya dengan istihlah tiga K, Executive Chef Bali National Golf Resort Nusa Dua itu, ingin membawa jajaran ICA dalam suasana kebersamaan, kesederhanaan dan kerendahan hati.
“Sedangkan misi saya, ingin membawa ICA DPD Bali, bisa lebih profesional,” tegasnya di sela kegiatan yang dihadiri ratusan anggota ICA, chef, undangan stakeholder dan industri pariwisata lainnya di Bali, Sabtu (18/3/17) malam.
Salah satu yang terus dimatangkan, terkait masalah pendidikan, profesi bidang kuliner, agar dilakukan kolaborasi. Pihaknya berharap, profesi kuliner bisa lebih profesional, karena sebelumnya ada anggota yang menekuni bidangnya secara otodidak.
Pendek kata, bagaimana mainset anggota ICA ke depan, akan bersertifikasi untuk seorang chef. Saat ini, anggota ICA di Bali tercatat sebanyak 376 orang chef, sedangkan secara nasional anggotanya mencapai 2000 orang.
Hendra juga menekankan, pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah seperti Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja seperti progam pembudidayaan ikan laut. “Kita bikin resep, kita didik pengusaha lokal kuliner seperti di ajang Denpasar Festival, kita didik masalah kebersihan hyginietas dan sanitasi,” katanya.
Bagaimana pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat, pengolahan makanan yang benar. Pasalnya, selama ini masyarakat atau pengusaha lokal banyak yang tidak mengetahui teknik memasak yang benar.
Kegiatan seperti itu, telah dilakukan ICA Bali sudah berjalan lima tahun dan akan terus ditingkatkan ke depan. Bagaimana, masyarakat bisa menerapkan prinsip-prinsip mengolah makanan dengan benar dan sehat memenuhi aspek hyginietas dan sanitasi.
“Jadi, makanan bukan hanya enak, saja tetapi lingkungan juga sehat sehingga hal ini akan mendukung orang asing akan makan masakan produk kita,” imbuh dia.
Disinggung tentang penggunaan produk-poduk lokal dalam aneka masakan yang disajikan di hotel atau restoran di Bali, kata dia, selama ini sudah berjalan cukup baik sekira 60 persen produk lokal dan 40 produk impor.
Diharapkan, ICA akan terus mendorong penggunaan produk lokal yang bisa memenuhi standar impor khususnya untuk menu western atau barat masih banyak menggunakan bahan impor asal Ausralia agar nantinya, perlahan dikurangi dengan pemanfaatan lebih banyak bahan lokal.
Dengan penggunaan produk lokal itu sejatinya akan lebih efektif menekan biaya namun dengan cita rasa kualitas tak kalah dengan produk impor. (rhm)

