Gas Rumah Tangga Makin Masif, Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan di 2027

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan sistem cluster jargas terbukti efektif dan siap disebar lebih luas lagi.

20 Juni 2026, 11:32 WIB

Yogyakarta -Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah tancap gas memperluas jaringan gas (jargas) rumah tangga berbasis Compressed Natural Gas (CNG).

Dalam kunjungan kerjanya ke Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/6/2026), Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan sistem cluster jargas terbukti efektif dan siap disebar lebih luas lagi.

Tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan pemasangan 160.000 sambungan rumah tangga di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Saat ini, persiapan teknis dan kajian kesiapan tiap kota sedang difinalisasi agar proses lelang dapat dimulai akhir Juli mendatang.

Pemerintah tidak berhenti di sana. Target yang dipasang jauh lebih ambisius untuk tahun depan:

Target 2027: Sebanyak 1 juta sambungan rumah melalui pembiayaan APBN.

Target 2028: Pengerjaan 1 juta sambungan tersebut diharapkan rampung sepenuhnya.

Manfaat jargas sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Bambang Prakoso, warga Caturtunggal, Sleman, yang telah menjadi pelanggan sejak November 2024.

Bagi Bambang, beralih ke jargas memberinya ketenangan pikiran.

“Dulu sering repot kalau gas habis tiba-tiba, apalagi saat malam atau pagi hari. Sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi,” ungkapnya.

Selain kepraktisan, ia juga memuji edukasi keamanan yang diberikan pemerintah, sehingga warga merasa tenang saat menggunakannya sehari-hari.

Soal harga, warga memiliki pandangan yang cukup objektif. Bambang mengakui bahwa jika dibandingkan dengan LPG 3 kg bersubsidi, tarif jargas memang sedikit lebih tinggi.

Namun, jika disandingkan dengan LPG nonsubsidi di pasaran, jargas jauh lebih ramah di kantong.

Mewakili suara warga, Bambang berharap agar kualitas layanan te kotap terjaga dan harga dapat terus stabil. Baginya, kenyamanan yang didapat sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, asalkan pemerintah terus menjaga aksesibilitas layanan ini bagi berbagai lapisan masyarakat.***

Berita Lainnya

Terkini