Bantul – Kepolisian Resor Bantul tengah melakukan pengejaran terhadap komplotan pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar berusia 16 tahun, Ilham Dwi Saputra, asal Pandak, Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menegaskan, pihak kepolisian fokus melacak pelaku lain yang masih buron.
“Informasi yang kami dapatkan, pelaku melarikan diri ke luar kota,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Sejauh ini, polisi telah memeriksa empat saksi untuk mengungkap peran masing-masing pelaku. Dua orang berstatus dewasa sudah ditahan.
“Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan mohon doa masyarakat agar kasus ini segera terselesaikan secara adil,” tambah Rita.
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) malam ketika korban dijemput orang tak dikenal dengan sepeda motor.
Menurut keterangan keluarga, Ilham kemudian dibawa ke belakang SMA N 1 Bambanglipuro sebelum digiring ke Lapangan Gadung Mlaten, Caturharjo.
Di lokasi tersebut, sekitar 10 orang langsung menginterogasi korban terkait dugaan keterlibatan geng motor. Meski membantah, korban tetap dianiaya secara brutal.
Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan bahwa Ilham mengalami kekerasan parah, termasuk dipukul dengan benda tumpul dan dilindas sepeda motor.
Kondisi kritis qmembuat korban dirujuk ke RSUD Saras Adyatma lalu ke PKU Jogja, namun ia meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) pukul 21.30 akibat luka berat di kepala.
Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras aksi tersebut. Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, menyebut tindakan para pelaku sebagai “biadab dan terencana”.
Ia menilai rangkaian peristiwa mulai dari penjemputan hingga eksekusi menunjukkan adanya indikasi pembunuhan berencana.
“Siapapun yang terlibat harus diproses hukum. Jangan ada yang lolos,” tegasnya. ***

