Sleman -Kasus dugaan keracunan makanan mewarnai acara pamitan haji di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DIY. Hingga Senin (4/5/2026) sore, tercatat 43 warga mengalami gejala seperti diare, mual, muntah, pusing, hingga demam.
Acara yang digelar Minggu pagi (3/5) itu dihadiri sekitar 250 undangan dengan konsumsi berupa snack dan nasi kotak. Beberapa jam setelah acara, sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan pencernaan.
Dugaan sementara mengarah pada menu nasi kotak yang dibagikan, berisi nasi, ayam bakar, krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang, dan lalapan timun.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, menyebut kasus ini masih dipantau.
Sampel makanan dan feses telah dikirim ke Balai Labkesmas Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Data sampai pukul 15.00 WIB ada 43 orang bergejala, semuanya rawat jalan,” ujarnya.
Penanganan dilakukan di Puskesmas Mlati II, posko kesehatan Toragan, serta RSA UGM. Mayoritas pasien mengalami gejala ringan sehingga tidak ada yang dirujuk untuk rawat inap.
Panewu Mlati, Dyah Purwanti, menambahkan posko penanganan dibuka di rumah dukuh setempat. Ia mengungkapkan korban terus berdatangan ke posko maupun fasilitas kesehatan.
“Indikasi awal disebabkan konsumsi nasi kotak dalam kegiatan pengajian pamitan haji,” jelasnya.
Dari sekitar 130 undangan utama, hadir pula keluarga dan tamu dari luar daerah, sehingga pemantauan masih diperluas.
Hingga laporan terakhir, seluruh pasien ditangani sebagai rawat jalan dengan kondisi relatif ringan.***

