Yogyakarta – Pimpinan dan anggota dewan menyambut kedatangan delegasi penting dari Majelis Nasional Korea Selatan yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sistem otonomi daerah dan fungsi legislatif di Indonesia.
Rombongan dari Negeri Ginseng ini dipimpin Jung Sunim, Penasihat Ahli Utama Komite Administrasi Publik dan Keamanan Majelis Nasional Korea Selatan, didampingi anggota delegasi Park Chul dan Lee Sangjun.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi, bersama jajaran pimpinan Komisi D dan Sekretariat DPRD DIY di kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Malioboro tampak berbeda pada Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai banyak hal, mulai dari proses pembuatan peraturan daerah (perda), hubungan kerja sama antarlembaga, hingga dinamika hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momen napak tilas hubungan baik kedua wilayah yang sebenarnya sudah diinisiasi sejak penandatanganan *Letter of Intent* pada 2003 silam, dan diperkuat lewat MoU resmi pada 24 Februari 2005.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian penting untuk memperkuat hubungan sister province antara DIY dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, yang sudah berjalan selama 21 tahun.
Kolaborasi ini terbukti konkret dan menyentuh berbagai sektor krusial seperti pemerintahan, pendidikan, kebudayaan, hingga pembangunan desa.
Salah satu bukti nyata dari kerja sama ini adalah penerapan program Saemaul Undong di beberapa wilayah DIY, seperti Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Melalui program pemberdayaan masyarakat desa ini, warga lokal mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas SDM, pembangunan sarana sosial-ekonomi, budidaya jamur, pengelolaan lingkungan, hingga program digitalisasi desa.
Bagi DPRD DIY, kunjungan parlemen Korea Selatan ini menjadi peluang strategis untuk mengenalkan keunikan dan status “Keistimewaan” DIY dalam bingkai otonomi daerah di Indonesia. Nuryadi berharap, pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi mampu membuka pintu-pintu kolaborasi baru yang lebih luas di masa depan demi kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak.

