Badung – Regal Springs secara resmi meluncurkan KING Tilapia premium untuk memenuhi kebutuhan bahan baku berkualitas bagi industri kuliner dan hospitality di Indonesia.
Diperkenalkan dalam acara “KING Tilapia – Unveiling a New Culinary Experience” di Legian, Bali, Selasa (27/10/2026), produk ini hadir sebagai alternatif white fish yang mampu memberikan efisiensi biaya operasional sekaligus menjaga konsistensi hidangan di dapur profesional.
Langkah strategis yang menggandeng PT Dineta Jaya sebagai mitra distribusi ini menyasar sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka) yang membutuhkan ketersediaan bahan baku stabil secara ukuran, tekstur, dan rasa.

KING Tilapia diproduksi dengan acuan standar The Global Open Standard for Tilapia Quality, mencakup praktik budidaya bertanggung jawab di Danau Toba hingga pengolahan bersertifikat internasional seperti ASC, BAP, BRCGS, IFS, dan Halal.
Dari aspek spesifikasi, KING Tilapia menawarkan potongan loin tebal berbobot minimal 106 gram dengan ketebalan 25 milimeter.
Produk ini juga memiliki daya susut masak yang rendah (cooking yield di atas 85%), cita rasa bersih tanpa bau tanah, serta warna daging putih alami yang ideal untuk menggantikan berbagai jenis white fish impor.

President Director Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, menjelaskan kehadiran varian premium ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha kuliner.
“Di tengah perkembangan pasar seafood internasional dan kebutuhan akan beragam pilihan white fish, tilapia premium menjadi salah satu bahan baku yang dapat dieksplorasi untuk berbagai kebutuhan kuliner, serta mendukung konsistensi hasil hidangan dan efisiensi biaya per menu,” ujar Rudolf.
Ia menambahkan, keterukuran porsi dan kualitas yang stabil sangat penting bagi manajemen restoran dan hotel agar dapat mengendalikan food cost tanpa mengorbankan kepuasan pelanggan.
Keunggulan teknis produk tersebut diamini oleh Food and Flavor Developer Chef, Bara R. Pattiradjawane, yang memperagakan pengolahan KING Tilapia melalui sesi live cooking. Menurutnya, tekstur dan ketebalan daging ikan ini memberikan efisiensi nyata dalam proses persiapan maupun memasak.
“KING Tilapia memiliki karakter yang cukup unik untuk ikan air tawar. Potongannya yang tebal, teksturnya yang kokoh, dan juiciness-nya memberikan fleksibilitas dalam pengolahan dengan berbagai teknik dan metode memasak yang sesuai untuk kebutuhan industri kuliner. Karakter rasanya yang ringan juga membuat ikan ini mudah dipadukan dengan beragam profil bumbu dan masakan,” kata Chef Bara.
Ekspansi ke pasar domestik ini juga didukung oleh potensi besar industri pariwisata. Data Pemprov Bali dan BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,95 juta pada 2025 (naik 9,72%), yang mendorong permintaan bahan baku kuliner berstandar tinggi. Sementara di lini ekspor, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat nilai ekspor tilapia Indonesia tumbuh 14,4% pada 2024, membuktikan daya saing komoditas ini di pasar global.

