World Cleanup Day di Buleleng, Sutjidra Soroti Warga Masih Buang Sampah Sembarangan

11 September 2026, 13:36 WIB

Buleleng – Persoalan sampah di Buleleng, Bali, masih menjadi pekerjaan rumah. Di tengah gerakan kebersihan yang digelar serentak di enam lokasi, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyoroti masih adanya warga yang belum disiplin mengelola sampah dari sumbernya.

Hal itu disampaikan Sutjidra saat turun langsung dalam aksi Jumat Bersih yang digelar dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 dan Gerakan Buleleng Bersih Sampah, Jumat (11/9/2026).

Aksi bersih-bersih tersebut digelar di enam lokasi, yakni Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa.

Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, dan Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Made Bagiarta turun langsung membersihkan lingkungan di Desa Baktiseraga dan Kelurahan Banjar Tegal.

Menurut Sutjidra, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan lingkungan. Pemerintah juga ingin mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujar Sutjidra.

Ia mengakui masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan. Karena itu, edukasi dan aksi langsung di lapangan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Selain sampah, petugas juga menemukan sejumlah bambu kering di lingkungan warga. Material tersebut kemudian dirapikan dan diangkut karena dinilai dapat mengganggu kebersihan sekaligus meningkatkan risiko kebakaran.

“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Ini harus kita selesaikan bersama. Termasuk bambu-bambu kering yang ada di lingkungan masyarakat, segera kita rapikan dan angkut karena selain mengganggu kebersihan juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Sutjidra berharap momentum WCD tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih yang dilakukan sesekali. Ia ingin pengelolaan sampah dari rumah menjadi kebiasaan masyarakat.

“Kegiatan kebersihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab harus dimulai dari sumbernya, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” tutup Sutjidra. ***

Berita Lainnya

Terkini