Triwulan II 2020, BI: Indeks Keyakinan Konsumen Bali Membaik

28 Oktober 2020, 21:00 WIB

Acara Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di
Tabanan, Selasa (27/10/2020)/ist.

Tabanan – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) provinsi Bali pada Triwulan
III-2020 menunjukkan kondisi perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya meski
masih berada di level pesimis serta di bawah nasional.

“Perbaikan tersebut masih berlanjut pada bulan oktober 2020,” kata Deputi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda
menghadiri Acara Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era
Baru di Tabanan, Selasa (27/10/2020).

Simakrama digelar menghadirkan narasumber : Duta Besar RI untuk Vietnam: Ibnu
Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali: dr. Ketut Suarjaya, Kepala Dinas
Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dan Deputi Kepala KPwBI Bali Rizki Ernadi
Wimanda.

Rizki melanjutkan, jika dilihat dari hasil survey kegiatan di dunia usaha di
Bali mengalami perbaikan di triwulan III, kapasitas produksi pada triwulan 3
mencapai 67,6% masih di bawah rata-rata tahun 2019 yang sebesar 88,3%, namun
demikian sektor dunia usaha masih menahan investasi yang dilakukan sampai
dengan triwulan VI.

Kondisi penjualan eceran menunjukkan perbaikan pada triwulan III-2020 dengan
kontraksi yang tidak sedalam triwulan sebelumnya.

“Penjualan ritel pada bulan Agustus 2020 menurun -31,7% sedikit lebih baik
dari kondisi Juli yang turun lebih dalam -33,8%. Sementara itu kinerja pada
bulan September 2020 di perkirakan membaik”, tandasnya lagi.

Perkembangan harga di provinsi Bali relative terjaga. Sampai dengan September
2020, deflasi Bali mencapai -0,11 (mtm) lebih rendah dari deflasi nasional
-0,05% (mtm).

Menurunnya harga pada daging ayam, lemari pakaian dan beberpa jenis makan
seperti tomat dan bawang merah mendorong stabilitasnya inflasi pada bulan
September 2020.

Pada bagian lain, Rizki menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia terus membaik
di Quartal ke-3 dipengaruhi besarnya stimulus fiskal di beberapa negara maju,
terutama Amerika Serikat.

Perbaikan juga di dukung pemulihan ekonomi Tiongkok sebagai dampak dari
besarnya stimulus fiscal dan berkurangnya penyebaran covid-19, di tengah
terbatasnya perbaikan ekonomi negara berkembang lainnya.

Beberapa indikator dini produksi dan keyakinan konsumen di AS, Tiongkok dan
Eropa meningkat pada September 2020.

Perkembangan perekonomian nasional secara perlahan membaik, memasuki triwulan
III-2020 pertumbuhan ekonomi domestic secara perlahan membaik, di dorong
stimulus fiscal dan perbaikan ekspor.

Perkembangan Agustus-September 2020 menunjukkan belanja pemerintah meningkat,
didorong stimulus fiscal terkait perlindungan sosial dan dukungan terhadap
UMKM.

Peran positif stimulus fiscal dan kenaikan ekspor serta investasi bangunan
yang tetap baik, sejalan berlanjutnya berbagai proyek Strategis Nasional (PSN)
menyangga pemulihan ekonomi di tengah kosumsi rumah tangga yang masih
terbatas.

Perbaikan ekonomi Indonesia tercermin pada kenaikan sejumlah indikator dini
seperti penjualan eceran dan online, job vacancy, serta pendapatan masyarakat.

Pada triwulan ke III di berbagai daerah membaik dibanding ekspor pada triwulan
II yang terkontraksi, membaiknya ekspor terutama terjadi di Sumatra, Balinusra
dan Sulampua yang ditopang oleh perbaikan permintaan global khususnya
Tiongkok.

Minat Wisnus melakukan perjalanan mulai pulih. Kecepatan pemulihan tersebut
dapat di akselerasi dengan memperkuat confidence, di antaranya melalui
verifikasi dan sertifikasi protokol CHSE di destinasi dan sektor-sektor
pendukung pariwisata.

Menurutnya, kerja sama safe travel coridor yang sudah terjalin dengan negara
mitra perlu ditingkatkan untuk wisatawan leisure. Peraturan pelarangan masuk
bagi WNA perlu dievaluasi kembali, terutama untuk mendorong wisatawan ke
daerah yang memiliki risiko Covid-19 sangat rendah.

Selain itu, perlu refokusing sector pariwisata dari wisata yang bersifat mass
tourism menjadi quality tourism. Contohnya adalah wisata bahari (snorkeling
dan diving), wisata alam, wisata sport atau co working space.

“Pemerintah daerah dan asosiasi dunia usaha perlu didorong untuk mensukseskan
program PEN dan memastikan dana yang disalurkan digunakan dengan optimal,”
imbuhnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini