Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Tanpa Pungutan Biaya

Pemerintah menargetkan akan memvaksin hingga 26,5 juta anak. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah.

18 Desember 2021, 01:32 WIB

Jakarta – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun mulai berjalan di beberapa wilayah. Sebagian besar berlangsung di sekolah-sekolah dan disambut baik oleh para guru dan orang tua murid.

Seperti di SDN 16 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden () yang memantau langsung pelaksanaan vaksinasi di sekolah tersebut memaparkan setidaknya ada tiga temuan menarik.

Salah satunya terkait biaya pelaksanaan vaksinasi yang hanya sebesar Rp1.430.000 untuk 251 siswa. “Tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan pihak sekolah. Biaya tersebut pun hanya untuk konsumsi dan pemasangan spanduk saja,” ujar Abraham di Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Perlunya Pengenalan Vaksin kepada Anak agar Tidak Takut Disuntik

Berdasarkan penuturan Kepala Sekolah SDN 16 Kebon Kosong , pihaknya juga tidak sendiri dalam melaksanakan vaksinasi bagi para muridnya. Pihak sekolah bekerja sama dengan kelurahan, puskesmas dan dinas kesehatan setempat.

“Sehingga tidak ada biaya yang dipungut dari orang tua murid,” ujar Dudi.

Abraham menambahkan, pemerintah menargetkan akan memvaksin hingga 26,5 juta anak. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah.

Astra Motor Bali Edukasi Keselamatan Berkendara di SMKN 2 Tabanan

Sejak pandemi Covid-19, sebagian besar siswa harus bersekolah secara daring. Dampaknya, banyak siswa kurang mendapat pemahaman dari pelajaran yang disampaikan gurunya.

Salah satu guru, Nuriyah menyampaikan bahwa di antara 20 siswa kelas 1, hanya ada dua siswa yang bisa baca tulis.

“Kami sebagai guru merasakan betul dampak pembelajaran jarak jauh terutama untuk kelas 1 SD. Yang namanya gadget apapun belum bisa menggantikan interaksi antara guru dengan siswa di kelas. Saya harap dengan adanya program vaksinasi ini maka kita bisa 100% Tatap Muka,” ujar Nuriyah.

‘PASARAME’ Hadir Perdana di Bali, Gandeng 30 Tenant

Selain dua temuan tersebut, Abraham juga mendapat masukkan dari para guru sekolah tersebut. Para siswa mengharapkan adanya susu, permen, dan cokelat setelah divaksin.

“Kami akan upayakan untuk vaksinasi anak ke depan akan ada tambahan susu atau cokelat sebagai apresiasi keberanian anak-anak menghadapi jarum suntik,” tutup Abraham. ***

Artikel Lainnya

Terkini