Tabanan– Ratusan warga antusias mengikuti program pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UGM 2026, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN UGM dengan Yayasan John Fawcett Foundation (JFF) serta Keluarga Alumni Mahasiswa Gadjah Mada (KAGAMA) Bali.
Antusiasme warga sangat tinggi. Di Desa Belalang saja, sebanyak 247 warga memeriksakan kondisi mata mereka.
Hasilnya, 5 orang langsung menjalani operasi katarak, 171 warga mendapatkan kacamata baru, 120 orang menerima obat tetes mata, dan 37 orang menjalani pemeriksaan fundus camera.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga sukses melayani 246 warga di Desa Kerambitan, dengan 4 orang di antaranya menjalani operasi katarak.
Galih Ersa Putra, Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa untuk memberikan manfaat langsung bagi kesehatan warga.
Menurutnya, aksi sosial ini adalah bagian dari pengabdian mahasiswa yang telah bertugas di Desa Belalang dan Pangkung Tibah sejak 21 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Selain aksi sosial, para mahasiswa ini juga fokus membantu masyarakat menangani persoalan sampah melalui program Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).
Mereka mengembangkan solusi praktis seperti pengolahan sampah organik, budidaya maggot, hingga penyediaan tempat khusus botol plastik yang sejalan dengan program pemerintah provinsi.
Kepala Desa Belalang, I Made Mustika, menyambut baik kehadiran para mahasiswa.
Ia merasa senang karena program-program KKN, terutama pemeriksaan kesehatan mata dan penanganan sampah, sangat membantu warganya.
“Sangat menginspirasi anak-anak muda di sini. Kami berharap program KKN UGM ini bisa berkelanjutan di desa kami,” ujar I Made Mustika.
Dukungan teknis dari JFF memastikan kualitas layanan terjaga dengan baik.
I Nengah Sariyasa, Project Manager Assistant JFF, menjelaskan mereka menurunkan tim lengkap, mulai dari dokter spesialis mata hingga peralatan operasi yang bisa langsung digunakan di lokasi.
“Setelah katarak diangkat, jika tidak ada kendala medis lain, pasien biasanya bisa langsung melihat dengan lebih jelas,” terangnya.
Ketua KAGAMA Bali, IGN Agung Diatmika, menambahkan keterlibatan KAGAMA bertujuan untuk memastikan setiap program yang dirancang mahasiswa tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.
Mahasiswa pun didorong untuk memadukan ilmu yang mereka miliki dengan kearifan lokal setempat agar program yang dijalankan lebih relevan bagi masyarakat. ***

