1000 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Siap Terangi Bali

Proyek pemasangan 1.000 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dilaunching di Desa Kutuh Kabupaten Badung, Bali

24 Juni 2022, 17:50 WIB

PT IMM yang ditunjuk sebagai koordinator Bali dan Indonesia Timur yang mendapatkan kuota 1000 PJUTS dan secara bertahap, selanjutnya akan diakomodir semaksimal mungkin dengan melakukan pendataan di desa-desa di kabupaten di Bali.

Pihaknya menargetkan pemasangan PJUTS di desa-desa yang menjadi prioritas mulai di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana dan Gianyar.

Kuota 1000 tahap pertana sudah mulai mendata desa Kutuh, kabupaten Jembrana, Gianyar dan Tabanan

Gerakan Global Pelestarian dan Konservasi Alam, Lampu Bandara Ngurah Rai Dipadamkan

Dipilihnya Desa Kutuh, karena diharapkan lokasi PT IMM yang berada di wilayah pariwisata ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

“Kami berharap rumah kami terang dahulu, supaya bisa memberikan contoh daerah lain yang melihat inilah kerja kami,” ucap Rosmi Irwan.

Apa yang dilakukan oleh PT IMM ini mendapatkan respon positif jajaran pemerintahan Desa Kutuh. Dari koordinasi yang dilakukan mulai dari bawah sesuai SOP dan makanisme dengan Perbekel Kutuh seperti masalah adminsutraasi dan prosedur berjalan dengan baik.

Pihaknya mengikuti dan mematahui dan mengikuti dengan apa yang menjadi SOP di Kabupaten Badung.

“Semoga dengan terlaksananya launching lampu jalan tenaga surya ini, kita dapat mewujudkan Nusantara Terang, Nusantara Hijau dan Nusantara Pintar,” harapnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur PT Rareta Sinergi Solusion, Suprapto, menjelaskan, program penerangan PJTS awalnya dikonsep untuk penerangan di desa-desa.

“Kami miliki rencana di lima provnsi diantaranya di Indnesia Timur kami gandeng PT IMM yang diberikan kouta 15 ribu di sebar di Indinesia Timur, diawali di Bali,” ungkap Suprapto.

Kenapa dimulai launching di Bali, karena satu hal yang buat pihaknya bangga, Bali merupakan sebagai destinasi wisata dunia

“Kedua, apabila Bali berhasil di program penerangan PJUTS ini, apalagi berada di kawasan wisata itu akan membangkitkan gairah perekonomian serta menambah kepercayaan kami sebagai pelaksana terhadap investor kami di luar negeri,” tuturnya.

Ditegaskan kembali, program PJUTS ini, untuk membantu masyarakat desa untuk mendapatkan penerangan.

“Kami akan sampikan ke pusat, bahwa kami mampu melaksnakana apalabila diizinkan mendapat mandat untuk mendapatkan proyek sebagai partner dalam peneranngan jalan,” sambung Suprapto.

Disinggung soal rencana program selanjutnya termasuk dari sisi pendananannya, Suprapto menyatakan, saat ini, pihanya masih sebatas berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Sesuai mekanisme, setelah mendapatkan proposal dari desa-desa yang mengajukan penerangan PJUTS, akan diajukan ke pusat. Sejauh ini, belum ada dapatkan kesepakatan karena harus dikomunikasikan dengan pusat.

Yang pasti, saat ini proyek percontohan di Bali harus berjalan terlebih dahulu sehingga nantinya bisa dilanjutkan komunikasi dan koordinasi dengan Bappenas dan Kementerian Desa.

Ditegaskannya lagi, tujuan launching PJTS di Bali, untuk menginformasikan ke masyarakat desa, baik desa-desa di Bali dan nusantara, agar bisa menyampaian proposal penerangan PJUTS kepada pihaknya di PT Rareta Sinergi Solusindo, sehingga desa-desa mereka bisa survei akan mendapatkan lampu penerangan.

Soal pendanaan, saat ini, program ini masih didanai lewat CSR PT IMM sebagai rekanan. Selanjutnya, investor dari pabrikan akan memberikan dana setelah semua persyaratan dipenuhi.

Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Badung Ida Bagus Gede Arjana menyatakan terima kasih dan apresiasi atas pemasangan PJTS di Kabupaten Badung.

Untuk pemasangan lampu di Badung, atau di obyek-obyek wisata di Badung yang cukup banyak tentunya, membutuhkan dukungan dari swasta seperti PT IMM dan PT Rareta Sinergi Solusion.

Khusus di Bali yang mendapat kuota 1000 lampu, pada tahap pertama dan jika masih memungkinkan nanti Pemkab Badung memohon agar bisa memberikan kuota lebih banyak di Badung.

“Mudah-mudahan, dengan bantuan CSR ini, obyek-obyek wisata di Badung menjadi semakin terang, obywk wisata yang mendapat bantuan lampu jalan tenaga surya ini, bisa menjadi lebih terang dan menarik dikunjungi,” imbuhnya.

Pihaknya siap untuk mengajukan proposal bersama masyarakat atau desa-desa lainnya di Badung, dan menyiapkan roadmap pemasangan titik-titik lampu yang akan diperlukan.

“Tentunya dalam rangka tanggungjawab sosial perusahaan PT IMM, kami akan menyiapkan dengan perangkat daerah terkait,” tandasnya sembari menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT IMM dan PT Rareta Sinergi Solusion

Senada itu, Perbekel Desa Kutuh Wayan Muda juga mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih atas bantuan PJTS yang sangat bermanfaat dalam mendukung kepariwisataan di wilayahnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini