Denpasar-Gubernur Bali, Wayan Koster, bergerak cepat setelah mendengar kabar bahwa Pulau Dewata belum punya fasilitas wall panjat tebing berstandar internasional. Nggak tanggung-tanggung, fasilitas lengkap dengan jenis bouldering, lead, dan speed ini ditargetkan bakal rampung pada tahun 2027 mendatang.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Gubernur Koster, panjat tebing punya daya tarik yang luar biasa di Bali.
Apalagi, Bali sudah terbukti sukses melahirkan atlet kelas dunia sekelas Desak Made Rita Kusuma Dewi asal Buleleng. Kehadiran fasilitas ini diyakini bakal semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism berkelas global.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat menerima kunjungan Ketua Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, di Jayasabha, Denpasar.
”Saya berharap kegiatan kejuaraan dunia panjat tebing ini bisa dilaksanakan di Bali… Saya akan support dengan fasilitas yang diperlukan berupa wall panjat tebing, kalau bisa tahun 2027 Bali sudah bisa menjadi tuan rumah event dunia panjat tebing,” ujar Gubernur Koster.
Sebelumnya, pihak FPTI Bali memang sempat melaporkan Bali harus rela melewatkan berbagai kesempatan menjadi tuan rumah ajang bergengsi World Climbing Series lantaran terkendala fasilitas wall yang belum memadai.
Dengan lampu hijau dari Pemprov Bali ini, impian para atlet dan pecinta panjat tebing untuk melihat Bali sebagai pusat kejuaraan dunia kini selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan. ***

