Stabilitas Pasokan BBM, Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite di Bali Kembali Normal Pasca Penyesuaian Terminal

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan pihak manajemen langsung bergerak cepat dengan melakukan rekayasa pola suplai untuk mengatasi hambatan distribusi di lapangan.

1 September 2026, 13:05 WIB

Denpasar – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung telah pulihkan secara menyeluruh.

Langkah cepat ini diambil menyusul sempat terjadinya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat kendala teknis pada rantai pasok beberapa waktu lalu.

Kendala keterbatasan pasokan yang memicu antrean panjang hingga keluar area SPBU, seperti di kawasan Jalan Imam Bonjol Denpasar dan Nusa Dua Kabupaten Badung, terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Situasi tersebut dipicu oleh adanya penyesuaian jadwal sandar kapal pengangkut di Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran.

Selain faktor cuaca dan alur pelayaran, di FT Sanggaran secara bersamaan sedang berlangsung kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana serta fasilitas (sarfas).

Perawatan berkala ini merupakan bagian dari standar operasional perusahaan guna memastikan aspek keandalan, keselamatan, serta kontinuitas operasional terminal dalam jangka panjang. Kondisi tersebut sempat berdampak pada kapasitas penerimaan dan penyaluran sementara.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan pihak manajemen langsung bergerak cepat dengan melakukan rekayasa pola suplai untuk mengatasi hambatan distribusi di lapangan.

Pertamina melakukan alih suplai Pertalite melalui IT Manggis sekaligus mengatur ulang alur distribusi ke setiap SPBU berdasarkan tingkat kebutuhan mendesak dan prioritas wilayah pariwisata.

“Kami memahami adanya antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung. Kondisi ini terjadi karena adanya keterlambatan pasokan yang berdampak pada ketersediaan Pertalite di beberapa SPBU. Saat ini pasokan sudah kami pulihkan dan distribusi terus kami optimalkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Kami juga memberikan prioritas pengiriman ke SPBU yang berada di wilayah dengan kebutuhan tinggi,” ujar Ahad Rahedi dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Sebagai bagian dari langkah pemulihan ekonomi dan pelayanan publik, Pertamina mencatat realisasi penyaluran melampaui rata-rata kebutuhan normal harian masyarakat Bali yang berada di angka 2.109 KL. Pada tanggal 27 Agustus 2026, Pertamina menyalurkan sekitar 2.300 KL Pertalite atau setara 109 persen dari kebutuhan harian.

Intensitas pengiriman kemudian ditingkatkan secara signifikan pada keesokan harinya, yakni 28 Agustus 2026, dengan total penyaluran mencapai 2.479 KL atau sekitar 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian. Pasokan tersebut disokong secara terintegrasi melalui pasokan dari FT Sanggaran sebesar 424 KL dan IT Manggis sebesar 2.055 KL, sehingga mampu mengurai kepadatan di titik-titik SPBU terdampak.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi internal dan melakukan pemantauan berkala terhadap stok di terminal serta volume penjualan di setiap SPBU. Pengawasan ketat ini diberlakukan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata di Bali agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ahad Rahedi juga mengimbau masyarakat agar senantiasa bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital.

Konsumen diminta untuk memverifikasi kebenaran setiap unggahan terkait ketersediaan energi agar tidak menimbulkan kepanikan atau persepsi keliru di tengah publik.

Bagi masyarakat yang memerlukan informasi resmi seputar produk dan layanan, Pertamina menyediakan akses layanan pelanggan melalui Pertamina Contact Center 135.***

Berita Lainnya

Terkini