Bali Mantap Menuju Energi Bersih, PLTS Jadi Pilar Net Zero Emission 2045

16 Juli 2026, 09:38 WIB

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyalakan semangat baru bagi masa depan Pulau Dewata. Dalam pembukaan Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa (14/7), ia menegaskan tekad menjadikan Bali sebagai daerah pertama di Indonesia yang bebas dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Targetnya Net Zero Emission 2045, lima belas tahun lebih cepat dari target nasional. Strateginya menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai tulang punggung transisi energi bersih.

“Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di tanah sendiri. PLTS adalah pilihan terbaik karena matahari selalu hadir untuk kita,” ujar Koster.

Sebagai destinasi wisata dunia, Bali membutuhkan lingkungan yang sehat dan udara yang bersih. Koster menekankan energi hijau adalah kebutuhan teknis dan fondasi untuk menjaga daya tarik pariwisata dan kualitas hidup masyarakat.

Visi ini sejalan dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan harmoni alam dan manusia sebagai inti pembangunan Bali Era Baru. Koster memastikan pemerintah siap memfasilitasi masyarakat yang ingin memasang PLTS.

“Kalau masyarakat mau memasang PLTS, saya akan dukung. Pemerintah harus memfasilitasi karena ini memberi manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Langkah nyata dimulai dari pengembangan kawasan rendah emisi di Nusa Penida, yang kemudian diperluas ke Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud.

Komitmen ini diperkuat dengan regulasi : Perda Bali No. 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih surat Edaran Gubernur No. 5 Tahun 2022 tentang PLTS Atap semua kebijakan tersebut menjadi landasan percepatan transisi energi hijau di Bali.

Forum Nasional di BaliCEO IESR Fabby Tumiwa menambahkan, ISS 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di luar Jakarta, memilih Bali karena komitmen kuatnya terhadap energi bersih.

Forum ini fokus pada percepatan pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan pembangkit diesel, strategi pembiayaan, dan penguatan ekosistem industri surya nasional.

“Energi surya bukan wacana, tetapi agenda nyata menuju ekonomi hijau,” pungkas Fabby.***

Berita Lainnya

Terkini