Buleleng – Kehilangan tulang punggung keluarga tentu menjadi masa yang berat. Untuk membantu keluarga yang ditinggalkan tetap berdaya secara ekonomi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng kini tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi khusus bagi ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM).
Program ini merupakan turunan dari inisiatif nasional bertajuk Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang digagas BPJS Ketenagakerjaan pusat.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng, I Gusti Ayu Hayatti Yowani, mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng untuk merealisasikan rencana ini.
“Kami sudah resmi bekerja sama dengan Disdagperinkop UKM. Saat ini kami sedang dalam tahap persiapan akhir, dan berharap program ini bisa segera berjalan dalam waktu dekat,” ujar Ayu, Jumat (10/7/2026).
Nantinya, BPJS Ketenagakerjaan akan mendata para ahli waris penerima santunan JKM yang memiliki minat atau potensi untuk merintis serta mengembangkan usaha.
Setelah terdata, para ahli waris akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dari Disdagperinkop UKM.
Pendampingan yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari teknik pemasaran, pengemasan produk (packaging), hingga pengembangan kapasitas usaha agar lebih profesional.
Ayu menegaskan, program ini terbuka bagi siapa saja yang terdaftar sebagai ahli waris penerima manfaat JKM, tanpa ada batasan jumlah peserta.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan verifikasi data untuk memulai pelaksanaan yang akan dilakukan secara bertahap.
Tujuan utama dari program ini adalah memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Harapannya, santunan kematian yang diterima tidak hanya digunakan untuk keperluan upacara seperti ngaben, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha.
Dengan begitu, keluarga tetap punya penghasilan sendiri dan bisa mandiri secara ekonomi ke depannya,” jelas Ayu.
Secara nasional, program PEKA memang dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan santunan jaminan sosial.
Selain memberikan pelatihan dan pendampingan usaha, program ini juga membekali keluarga ahli waris dengan literasi keuangan agar mereka lebih siap mengelola usaha produktif secara mandiri. ***

