Jakarta– Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan kunjungan kerja khusus untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Pertemuan strategis ini digelar guna menjajaki penerapan creative financing atau pembiayaan kreatif, khususnya melalui skema penerbitan obligasi daerah, guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata.
Dalam keterangannya kepada awak media seusai audiensi, Gubernur Koster menjelaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Dalam Negeri.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali perlu mempelajari langkah-langkah inovatif yang telah ditempuh oleh Jakarta dalam mencari sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain membahas obligasi daerah, pertemuan antarkepala daerah ini turut mendiskusikan perihal Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta pemanfaatan tata ruang.
Koster menambahkan, pihaknya menyerap banyak masukan berharga dari Gubernur DKI Jakarta terkait pengelolaan ruang udara, pembatasan ketinggian bangunan, hingga pelibatan kerja sama pihak swasta untuk menggenjot kualitas pariwisata Bali.
Seluruh hasil pembahasan ini nantinya akan segera ditindaklanjuti oleh tim teknis di Bali dengan tetap berpedoman pada regulasi daerah yang berlaku, baik Peraturan Daerah maupun Peraturan Gubernur.
Menanggapi kunjungan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan, penerapan pembiayaan kreatif merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah daerah di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Ia menilai, pemerintah daerah tidak lagi bisa hanya mengandalkan pola-pola konvensional dalam mendongkrak APBD, melainkan harus berpikir out of the box, salah satunya melalui instrumen obligasi daerah.
Di samping itu, Pramono juga memaparkan praktik terbaik terkait pengelolaan KLB dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L) di Jakarta yang dinilai potensial untuk diadaptasi di Bali.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang turut mendampingi Gubernur Bali mengungkapkan 74 persen sektor pariwisata Bali berpusat di Kabupaten Badung, sehingga tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah penanganan kemacetan.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Badung telah memulai pembangunan ruas jalan baru di wilayah Badung Selatan melalui skema pembiayaan kolaboratif antara pemerintah dan pinjaman pihak ketiga.
Mengingat kebutuhan pembiayaan infrastruktur jalan yang masih sangat besar demi mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan, Bupati Adi Arnawa menyatakan keterbukaannya terhadap opsi penerbitan obligasi daerah.
Kehadirannya dalam pertemuan ini sekaligus dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dan memahami aspek administrasi yang diperlukan dalam proses penerbitan obligasi daerah yang sedang dirintis oleh DKI Jakarta. ***

