Tepis Isu Keamanan, Pengelola Pakuwon Mall Jogja dan Bupati Sleman Pastikan Pemagaran Murni untuk Penataan Kawasan

Pihak pengelola bersama Bupati Sleman menegaskan proyek tersebut murni untuk estetika dan penataan kawasan, bukan karena adanya ancaman keamanan seperti yang dirumorkan.

3 Agustus 2026, 18:04 WIB

Yogyakarta-– Manajemen Pakuwon Mall Jogja akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik pembangunan pagar di area luar mal yang sempat memicu spekulasi liar di media sosial. Pihak pengelola bersama Bupati Sleman menegaskan  proyek tersebut murni untuk estetika dan penataan kawasan, bukan karena adanya ancaman keamanan seperti yang dirumorkan.

General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih, menjelaskan  proyek pemagaran batas lahan ini bukanlah respons reaktif, melainkan agenda yang telah direncanakan dan dianggarkan sejak tahun lalu.

Pengerjaan fisik baru dimulai pada awal Juli 2026 untuk menyesuaikan dengan musim kemarau agar proses konstruksi dan pengecatan berjalan optimal.

Pemagaran ini juga dipastikan telah mengantongi izin dan didirikan tepat di batas perimeter luar kawasan mal yang sebelumnya masih terbuka, bukan untuk mengurung seluruh area pusat perbelanjaan.

Jujur agak mengagetkan buat kami ketika masyarakat atau netizen meresponsnya dengan dikaitkan dengan sisi keamanan. Kami membangun di sepadan pagar yang sudah sesuai dengan ketentuan. Rasanya gorengan netizen terlalu lezat,” ungkap Vicky saat ditemui di Pakuwon Mall Yogyakarta, Senin (3/8/2026).

Meski proyek tersebut legal dan terencana, manajemen Pakuwon Mall Jogja memutuskan untuk mengambil langkah kompromistis. Guna meredam kegelisahan publik yang telanjur ramai di jagat maya, pengerjaan pagar saat ini dihentikan sementara (hold).

Vicky juga menepis keras tudingan bahwa pemagaran merupakan langkah defensif terhadap potensi aksi massa. Ia mengingatkan rekam jejak mal yang mengedepankan pendekatan humanis—termasuk menyediakan air minum, obat-obatan, hingga bantuan transportasi medis—saat terjadi gelombang demonstrasi besar di Yogyakarta tahun sebelumnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhenti menggiring opini liar yang dapat merugikan iklim investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sejalan dengan pernyataan manajemen mal, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa wilayah Sleman dan DIY pada umumnya dalam kondisi yang sangat aman. Ia memastikan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.

Terkait pemasangan pagar, Bupati Harda menyatakan hal tersebut bertujuan murni untuk memperindah tata ruang kawasan pusat perbelanjaan yang dinilai terlalu terbuka.

“Pembangunan pagar di mal ini untuk memperindah karena kawasan ini sangat terbuka. Dari sisi keamanan juga akan lebih tertib, dan dari sisi pandangan akan lebih indah. Negara kita aman,” tegas Harda.

Sebagai penutup, Harda juga menambahkan bahwa keputusan teknis seperti pemagaran sepenuhnya merupakan hak dan kewenangan internal masing-masing pengelola mal, bukan instruksi atau kewajiban dari pemerintah daerah.

 

Berita Lainnya

Terkini