Yogyakarta— Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, lapak penjualan hewan kurban JMD Farm yang berlokasi di kawasan Makam Trah Pudjaningsihan HB II, Jalan Pramuka, Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, resmi beroperasi sejak Jumat (15/5/2026).
Lapak musiman ini khusus menyediakan hewan ternak jenis kambing dan domba.
Pemilik lapak, Bambang, mengungkapkan saat ini ketersediaan stok di lokasi mencapai sekitar 120 ekor. Kendati demikian, aktivitas transaksi di pasar dinilai masih relatif sepi.
“Ini masih landai. Cuma banyak yang tanya-tanya dulu gitu,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi lapak, Minggu (17/5/2026).
Meski pasar belum memuncak, Bambang mencatat sudah ada sekitar 40 ekor kambing yang terjual dalam sepekan terakhir.
Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tren penjualan saat ini dirasa sedikit menurun.
Tahun Lalu: Mampu menjual sekitar 170 ekor dalam satu periode kurban.
Tahun Ini: Baru menyediakan sekitar 110–120 ekor, dengan angka penjualan baru menyentuh kisaran 40 ekor.
Selain melayani momentum musiman Iduladha, JMD Farm sehari-harinya juga tetap melayani pemenuhan kebutuhan untuk ibadah akikah.
Untuk menjamin ketersediaan stok, mayoritas hewan ternak didatangkan langsung dari dua daerah penghasil utama di Jawa Tengah, yakni Wonosobo dan Temanggung, sementara sisanya merupakan hasil budidaya mandiri.
Terkait harga, Bambang menyebutkan adanya kenaikan harga musiman jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Berikut adalah rincian harga kambing kurban di lapak JMD Farm:
| Kategori Hewan | Rentang Harga | Keterangan |
| Kambing/Domba Standar | Rp2.000.000 – Rp5.500.000 | Tergantung ukuran dan kualitas fisik
| Domba Jenis Texel | Kisaran Rp5.000.000 | Dapat dinegosiasikan |
Lapak JMD Farm memiliki keunikan tersendiri karena telah beroperasi selama 20 tahun di area makam keluarga. Hal ini dimungkinkan karena faktor kekerabatan pengelola dengan pihak keraton.
“Ini kan juru kuncinya sini kan simbah saya. Jadi ahli waris boleh jualan kambing tiap tahun, yang penting bersih kembali,” ungkap Bambang.
Selain lokasi, daya tarik lain tahun ini adalah adanya Domba Texel, varietas hasil persilangan asal Australia.
Jenis ini memiliki karakteristik fisik yang khas, termasuk mata yang tampak lebih cerah dan bobot yang jauh lebih berat. Namun, varietas ini memerlukan perawatan ekstra.
“Kalau Texel itu perlakuannya khusus, tidak boleh terlalu panas karena tidak tahan. Ini pertama kali kami menyediakan jenis ini,” imbuhnya.
Untuk menjaga kualitas fisik dan rasa daging agar lebih juicy, JMD Farm menerapkan pola pakan khusus dengan memberikan campuran tambahan berupa kulit kedelai dan garam.
Bambang juga menegaskan aspek legalitas dan kesehatan seluruh hewan jabatannya telah terverifikasi secara resmi untuk memberikan rasa aman kepada konsumen.
“Semua kambing sehat, ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kalau ada yang sakit dari sana (daerah asal), tidak kami ambil,” pungkasnya. ***

