Gubernur Koster Ingatkan Pengurus Hanura: Jabatan Politik Adalah Amanah untuk Bekerja, Bukan Simbol Kehormatan

Gubernur Bali Wayan Koster Koster menekankan semakin tinggi kedudukan atau posisi seseorang dalam struktur organisasi politik, maka semakin besar pula beban tanggung jawab moral dan operasional yang harus diemban terhadap masyarakat.

3 Agustus 2026, 04:09 WIB

Denpasar-Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi politik bukanlah sekadar simbol kehormatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk melayani rakyat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura periode 2025–2030 serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diselenggarakan di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, pada Minggu (2/8/2026).

Di hadapan para kader dan tamu undangan yang hadir, Koster menekankan semakin tinggi kedudukan atau posisi seseorang dalam struktur organisasi politik, maka semakin besar pula beban tanggung jawab moral dan operasional yang harus diemban terhadap masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Koster turut menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia saat ini yang tengah menghadapi tantangan tidak ringan.

Menurutnya, di satu sisi kemajuan teknologi digital memang berdampak positif dalam mempercepat arus komunikasi politik. Namun di sisi lain, ruang demokrasi justru dibanjiri oleh arus informasi yang kerap kali tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi di tengah masyarakat.

“Media sosial telah mengubah cara orang berpolitik saat ini. Opini sering kali mengalahkan fakta objektif, popularitas dianggap jauh lebih penting daripada kapasitas riil, dan konten yang viral lebih dihargai daripada karya nyata di lapangan,” ujar Koster di hadapan para kader Hanura.

Ia menambahkan, tidak sedikit pihak yang kini lebih sibuk membangun citra (image) di ruang publik ketimbang fokus membangun masyarakat.

Hal tersebut dinilai sebagai tantangan nyata yang harus dihadapi para politisi di era digital saat ini.

Sebagai figur pemimpin yang dikenal mengutamakan substansi kerja, Koster secara terbuka menyampaikan pandangan pribadinya yang lebih memilih untuk fokus bekerja nyata daripada sekadar mengejar sensasi atau popularitas di dunia maya.

Dengan nada santai namun sarat makna, ia menyisipkan pernyataan khasnya, “Kebetulan saya tipe orang yang nggak suka viral gitu-gitu. Suka non-ken ya,” yang disambut tawa ringan dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Rakerda dan tamu yang memenuhi ruangan.

Melalui kegiatan pelantikan dan Rakerda Partai Hanura periode 2025–2030 ini, diharapkan para pengurus baru yang dilantik mampu memperkuat konsolidasi internal, mengedepankan kerja-kerja kerakyatan, serta mengembalikan substansi politik yang berpihak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bali.***

Berita Lainnya

Terkini