Gubernur Koster Jajaki Peluang Ekspor Sapi Bali ke Timor-Leste

25 Oktober 2026, 21:52 WIB

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Sekretaris Negara Peternakan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MALFF) Timor-Leste, H.E. Mr. José Vieira de Araújo, Lic. CSH., Lic. Dir., MD., M.AP di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama sektor peternakan, khususnya potensi ekspor sapi Bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor-Leste.

Gubernur Koster menyampaikan kerja sama ini dapat membuka pasar baru bagi komoditas peternakan Bali sekaligus mendukung ketahanan pangan di Timor-Leste.

“Kerja sama ini soal perdagangan dan peluang untuk memperkuat kapasitas peternak dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua pihak,” ujar Gubernur Koster.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Timor-Leste menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki pasokan hingga 10.000 ekor sapi Bali. Namun, jumlah tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pendataan teknis.

Gubernur Koster menekankan perlunya koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan ternak sesuai kondisi lapangan.

Pendataan mencakup jumlah ternak yang dapat dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal ternak, kondisi kesehatan, serta kesiapan peternak dan fasilitas pendukung.

Gubernur Koster menegaskan sebelum ekspor dapat dilakukan, seluruh persyaratan teknis harus dipenuhi. “Kesehatan hewan, karantina, transportasi, hingga prosedur administrasi perdagangan internasional harus dipastikan sesuai ketentuan Indonesia maupun Timor-Leste,” tegasnya.

Langkah ini penting untuk melindungi kepentingan peternak Bali sekaligus memberikan kepastian bagi kedua pihak.

Selain perdagangan, pertemuan juga membahas peluang kerja sama dalam pembibitan, peningkatan mutu genetik, pengelolaan peternakan, dan pelatihan sumber daya manusia.

Gubernur Koster menyambut baik peluang kolaborasi ini karena dapat mendukung pengembangan sektor peternakan secara berkelanjutan.

“Pertukaran pengetahuan dan pengalaman akan memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak di Bali maupun Timor-Leste,” ujarnya.

Gubernur Koster berharap pembahasan ini segera ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Timor-Leste, serta kementerian dan lembaga terkait.

Ia menekankan pengembangan peluang perdagangan sapi Bali harus tetap memperhatikan keberlanjutan populasi ternak dan kepentingan peternak lokal.

“Kerja sama ini harus menjadi kemitraan yang konkret, produktif, dan saling menguntungkan,” tandasnya.

Dengan komunikasi berkelanjutan, kerja sama Bali–Timor Leste di sektor peternakan diharapkan memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak sekaligus menjadikan sapi Bali sebagai komoditas unggulan yang mendukung kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan regional.***

 

Berita Lainnya

Terkini