Denpasar – Suasana hangat menyelimuti Ruang Rapat Gubernur Bali, Rabu (15/7), ketika Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay bersama jajaran Pemprov Sulut.
Silaturahmi ini momentum penting untuk merajut kerja sama strategis dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan menyejahterakan masyarakat.
Wagub Victor Mailangkay menegaskan, Bali adalah laboratorium hidup bagi tata kelola pariwisata dunia. Dari penataan destinasi, penguatan kelembagaan, hingga regulasi yang berpihak pada masyarakat, semua menjadi referensi berharga bagi Sulut yang kini tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.
“Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali. Keberhasilan Bapak Giri Prasta saat memimpin Badung menjadi inspirasi bagi kami dalam mengakselerasi pembangunan pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan Politeknik Pariwisata, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok dan Korea Selatan lewat penerbangan langsung Manado Tiongkok, menjadi modal besar untuk melangkah maju.
Mailangkay menekankan masukan dari Bali tetap dibutuhkan, terutama dalam penguatan regulasi dan pelestarian tradisi sebagai daya tarik wisata.
Menanggapi hal itu, Wagub Giri Prasta menyambut dengan tangan terbuka. Ia menekankan kolaborasi antar provinsi adalah jalan strategis untuk memperkuat pariwisata nasional.
“Bali dan Sulut bisa menjalin kerja sama yang apik. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Skema teknis bisa dibahas lebih lanjut, yang penting semangat kebersamaan ini segera diwujudkan,” tegasnya.
Giri Prasta mengingatkan arah pembangunan pariwisata harus bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menuju peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata.
Ia mencontohkan Desa Kutuh, Badung, yang dulu miskin namun kini menjadi desa maju berkat pengelolaan Pantai Pandawa secara profesional.
“Kuncinya adalah koordinasi dan kebersamaan masyarakat. Dengan itu, potensi wisata bisa benar-benar menjadi sumber kesejahteraan,” jelasnya.
Selain desa wisata, Giri Prasta juga menyinggung peluang besar sektor MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) yang kini mendapat ruang lebih luas melalui regulasi nasional terbaru. MICE adalah indikator penting untuk meningkatkan daya saing destinasi.
Pertemuan ini pun diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya kerja sama strategis antara Bali dan Sulut: membangun pariwisata yang berkualitas, berbasis masyarakat, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua daerah.***

