Gunungkidul Lawan Narkoba dan Pernikahan Dini dengan Pendidikan Karakter

Pemkab Gunungkidul mencatat 24 kasus narkoba hingga Mei 2026, sementara kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah menembus 65 kasus per Juni.

22 Juli 2026, 21:48 WIB

Gunung kidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalakan alarm kewaspadaan atas ancaman sosial yang kian membayangi masa depan generasi muda.

Dari penyalahgunaan narkotika, kejahatan jalanan, hingga pernikahan dini, semua menjadi perhatian serius yang tak bisa diabaikan.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan komitmen itu saat memimpin Apel Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kompleks pendidikan Pembangunan Karangmojo, Rabu (22/7/2026).

Kehadiran jajaran Kesbangpol, Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru menambah bobot agenda yang sarat pesan moral ini.

Data Pemkab mencatat 24 kasus narkoba hingga Mei 2026, sementara kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah menembus 65 kasus per Juni. Ditambah ancaman di dunia maya seperti judi online dan radikalisme,

Endah mengingatkan para siswa untuk membentengi diri serta tidak gegabah mengambil keputusan besar, termasuk menikah sebelum mapan secara ekonomi.

Ia menekankan tiga bekal utama yang wajib dipersiapkan generasi muda: Ilmu (Kawasisan), Kemandirian Ekonomi/Pekerjaan (Kara hartan/Kawirian), dan Integritas/Jabatan.

“Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Kerja keras, disiplin, kejujuran, dan ketekunan adalah kunci,” tegasnya di hadapan ratusan siswa SMP, SMA, dan SMK.

Untuk memotivasi Endah membagikan “filosofi ulat” , proses penuh keprihatinan sebelum berubah menjadi kupu-kupu indah yang bermanfaat.

Ia mengenang masa sekolahnya di era 1992–1994, saat harus berjalan kaki dan mencatat pelajaran manual, sebagai bukti keterbatasan bukan penghalang mimpi.

Dialog interaktif pun mengalir. Seorang siswa, Rafli Anjar bertanya bagaimana menolak ajakan negatif teman sebaya tanpa menimbulkan konflik.

Endah menjawab dengan prinsip fastabiqul khairat  berlomba-lomba dalam kebaikan. “Pelajar harus berani bersikap tegas, meski berisiko tidak disukai lingkungan tertentu,” ujarnya mantap.

Endah mengajak seluruh peserta apel untuk mematri cita-cita setinggi langit. Ia menegaskan lulusan Karangmojo harus menjadi pelopor perubahan daerah.

“Gunakan hak demokrasi kalian untuk bertanya dan belajar. Di tangan kalianlah bangsa ini akan dipimpin lebih baik,” pungkasnya penuh harapan.***

 

Berita Lainnya

Terkini