Kasus Gangguan Ginjal Akut Meningkat, Polda Bali Imbau Masyarakat Konsumsi Obat Rekomendasi IDAI

Menyusui meningkatnya kasus gangguan ginjal akut pada anak Polda Bali mengimbau masyarakat mengkonsumsi obat yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI.

23 Oktober 2022, 11:23 WIB

DenpasarPolda Bali mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi obat yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyusul meningkatnya kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Imbauan disampakkan Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Satake Bayu, menanggapi kasus gangguan ginjal pada anak di Indonesia yang terus menungkat termasuk di Bali.

Dalam himbauannya, masyarakat Bali untuk tidak membeli atau mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI.

Selain itu sebagai upaya preventif, Polda Bali juga akan terus mengawasi penjualan obat yang ada di apotik maupun toko obat dan rumah sakit anak di Bali.

_“Saya himbau kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki anak-anak, agar tidak mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI,” katanya menegaskan dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/10/2202).

Jajaran Polda Bali juga akan mengawasi dan memantau penjualan obat pada apotik maupun toko obat di Bali.

Merebaknya kasus gangguan ginjal akut yang terjadi pada anak-anak, kasus gagal ginjal tersebut meningkat pada dua bulan terakhir.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 35 kasus pada Agustus 2022. Kemudian, melonjak menjadi 71 kasus di bulan September 2022.

Penyebab pasti kasus gangguan ginjal akut ini belum diketahui. Namun dugaan awal, kasus ini dipicu oleh konsumsi obat sirup yang mengandung Dietilen Glikol (DG) dan Etilen Glikol (EG).

Etilen glikol adalah senyawa organik tak berwarna maupun berbau, dan berkonsistensi kental seperti sirup pada suhu kamar. Senyawa ini memiliki rasa yang manis dan kerap digunakan untuk tambahan serat pada polyester, minyak rem, kosmetik, dan pelumas.

Sampai 18 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut dan sebanyak 99 anak meninggal dunia yang diduga akibat menggunakan obat sirup.

Selain itu, BPOM juga telah menarik 5 (lima) merk paracetamol sirup dari peredaran yaitu, Termorex Sirup (demam), Flurin DMP Sirup (batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (demam), Unibebi Demam Drops (demam).

Mengantisipasi kejadian serupa, Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Satake Bayu,mengintruksikan seluruh Kasi Humas jajaran wilayah hukum Polda Bali untuk memberikan himbauan dan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait penggunaan obat sirup yang mengandung zat berbahaya untuk anak-anak, Jumat (21/10/2022).

Bhabinkamtibmas pada masing-masing desa agar terlibat, karena anggota bhabinkamtibmas yang langsung terjun dan berintraksi dengan masyarakat selain itu juga memberi himbauan kepada seluruh apotek, klinik, rumah sakit dan praktik mandiri nakes untuk tidak menjual maupun menggunakan obat yang dimaksud. ***

Artikel Lainnya

Terkini