Menkeu Purbaya Jawab Isu Anggaran Pendidikan: Sudah di Atas 20 Persen!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, dari sisi perencanaan, pemerintah sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran pendidikan di atas angka 20 persen.

17 Juli 2026, 18:26 WIB

Yogyakarta– Isu mengenai anggaran pendidikan yang disebut-sebut tidak mencapai target 20 persen dari APBN akhirnya diluruskan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia menegaskan, dari sisi perencanaan, pemerintah sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran pendidikan di atas angka 20 persen.

Lantas, mengapa persentasenya terlihat menurun? Purbaya menjelaskan, hal ini terjadi karena adanya dinamika belanja negara di sektor lain.

Ketika ada lonjakan belanja di pos lain, postur APBN secara keseluruhan ikut berubah, sehingga persentase anggaran pendidikan seolah-olah terlihat “tergerus” atau tidak terserap maksimal.

“Sebenarnya anggarannya sudah 20 persen lebih. Tapi karena ada dinamika belanja di sektor lain, persentasenya jadi terlihat turun karena belum sempat terserap seluruhnya,” ujar Purbaya saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Menanggapi hal ini, Purbaya memastikan pemerintah tetap berkomitmen menjaga porsi anggaran pendidikan tetap berada di angka 20 persen atau bahkan lebih.

Ia menjelaskan mekanismenya fleksibel; jika belanja di sektor lain naik, maka anggaran pendidikan secara otomatis akan ikut disesuaikan agar tetap memenuhi aturan undang-undang.

Namun, Purbaya menekankan fokus utama pemerintah saat ini bukan sekadar memenuhi angka 20 persen secara nominal.

Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana dana jumbo tersebut bisa terserap dengan matang dan efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Menurutnya, memaksakan penyesuaian anggaran secara terus-menerus tanpa kesiapan di lapangan justru bisa menjadi kontraproduktif.

“Yang harus ditanyakan adalah bagaimana belanja itu bisa benar-benar menaikkan kualitas pendidikan. Kalau hanya terus-menerus menyesuaikan angka tanpa kesiapan eksekusi, justru bisa jadi bumerang,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini