Buleleng – Kabupaten Buleleng kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional. Federasi Kempo Indonesia (FKI) resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo 2026 di Singaraja yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026.
Selain mempertandingkan atlet dari berbagai daerah, FKI juga menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Refreshing Wasit sebagai bagian dari pembinaan atlet dan peningkatan kualitas perangkat pertandingan.
Ketua Panitia Kejurnas FKI 2026, Ir. Yulianto Maris, PG.Dipl, mengatakan Kejurnas tahun ini tidak hanya berfokus pada perebutan gelar juara nasional, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.
“Bukan Kejurnas saja. Selama beberapa hari kegiatan berlangsung, kita juga melaksanakan kenaikan tingkat secara nasional, kemudian ada penyegaran untuk wasit,” ujar Yulianto.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan Ujian Kenaikan Tingkat pada Rabu (8/7/2026). Selanjutnya, Kamis (9/7/2026), dilaksanakan Refreshing Wasit mulai pukul 08.00 Wita yang dilanjutkan dengan technical meeting pada sore harinya.
Pembukaan Kejurnas digelar Jumat (10/7/2026), sementara pertandingan berlangsung hingga Sabtu (11/7/2026) di Gedung Tennis Indoor Undiksha, Kampus Jinengdalem, Singaraja.
Yulianto mengungkapkan, pelaksanaan UKT tahun ini hanya digelar hingga tingkat Dan III. Hal itu karena Sensei dari International Kempo Association (IKA) yang dijadwalkan hadir dari London batal datang akibat alasan kesehatan.
“Tiga agenda tetap kita laksanakan di Bali. UKT tetap berjalan, tetapi hanya sampai Dan III. Kalau Sensei dari London hadir, sebenarnya bisa sampai Dan VII,” jelas Yulianto yang juga menjabat Wakil Ketua Umum FKI.
Pada Kejurnas kali ini, FKI mempertandingkan 43 kelas yang meliputi nomor embu (kerapian teknik) perorangan dan beregu, serta randori (pertarungan) perorangan maupun beregu dengan pembagian berdasarkan kategori usia dan kelas berat.
Sementara itu, Ketua KONI Buleleng Gede Supriatna menyambut positif penyelenggaraan Kejurnas Kempo di Buleleng. Menurutnya, daerah ini semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga setelah sebelumnya sukses menggelar kejuaraan dunia Vovinam.
“Sebelumnya Buleleng jadi tuan rumah kejuaraan internasional Vovinam. Semoga kejuaraan bertaraf nasional maupun internasional bisa terselenggara kembali di Buleleng,” harapnya.
Supriatna yang juga menjabat Wakil Bupati Buleleng menilai penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional maupun internasional akan memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi promosi maupun perputaran ekonomi.
“Tentu nama Buleleng akan semakin dikenal luas. Dan sekaligus promosi untuk daerah Buleleng,” tandasnya.***

