Keributan Napi Menjalar ke Bentrok Ormas di Denpasar

17 Desember 2015, 21:58 WIB
Petugas mengamankan pelaku keributan LP Kerobokan (foto:courtesy Semeton Jurnalis Bali)

Kabarnusa.com – Keributan antar sesama napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar (Kerobokan) Bali berkembang menjadi bentrokan di luar Lapas melibatkan kelompok ormas berbeda yang mengakibatkan dua orang dilaporkan tewas Kamis (17/12/2015) malam.

Keterangan dihimpun, usai bentrokan napi di Lapas Kerobokan berhasil dikendalikan petugas gabungan Sipir dan Polresta Denpasar, ratusan massa dari kelompok ormas besar di Bali, saat mediasi diminta meninggalkan lokasi oleh Kapolresta Denpasar Kombes AA Rai Made Sudana.

Ratusan massa yang rata-rata berbadan besar mengenakan kostum hitam itu bergerak meninggalkan Lapas Kerobokan melewati Jalan Teuku Umar Barat atau Marloboro sekira pukul 18.15 Wita.

Saat ratusan massa ormas itu mengendari kendaraan bergerak ke arah timur, berpapasan dengan sekelompok pemuda yang mengenakan atribut berbeda di dekat rumah makan simpang ampek.

Diduga karena terprovokasi, massa kelompok ormas itu langsung mengejar dan melakukan penyerangan, membabi buta terhadap kelompok pemuda lainnya.

Akibat serangan dengan senjata tajam samurai dan tombak, serta benda tumpul itu, dilaporkan dua orang dikabarkan tewas dan identitasnya belum diketahui dan beberapa lainnya terluka.

Situasi semakin mencekam sehingga petugas kepolisian yang paska keributan di Lapas telah disebar di sejumlah lokasi rawan, berhasil menghalau massa yang beringas.

Terkait kejadian itu, petugas telah menangkap sebagian orang diduga pelaku maupun para napi lainnya yang melakukan penyerangan dengan menggiringnya di Mapolresta Denpasar untuk diperiksa lebih lanjut.

Petugas juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban tewas mapun korban luka lainnya, ke RSUP Sanglah, untuk perawatan dan penanganan lebin lanjut.

Mengantisipasi keadaan, hingga malam ini, Kapolresta Kombes Sudana telah mengerahkan enam pleton pasukan disigakan memantau di sejumlah lokasi rawan termasuk kantong-kantong dan rumah para tokoh kedua ormas paling berpengaruh di Bali itu.

Selain menyita, barang bukti senjata tajam dan benda tumpul juga senpi mengantisipasi adanya serangan balasan kedua belah pihak ormas tersebut. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini