Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan pertumbuhan pesat jumlah kendaraan di Pulau Dewata tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
“Fiskal Bali tidak mampu menutup kebutuhan ini. Seharusnya dukungan datang dari pusat, mengingat kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia sangat besar,” ujar Koster dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bali di Art Centre Denpasar, Sabtu (25/4).
Koster menekankan pentingnya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat terhadap pengembangan infrastruktur Bali. Menurutnya, hal ini bukan sekadar kebutuhan lokal, melainkan menyangkut citra Indonesia di mata dunia.
“Bayangkan, dengan 7,05 juta wisatawan asing yang datang ke Bali dan rata-rata belanja 1.522 dolar per kunjungan, perputaran uang mencapai Rp176 triliun. Itu setara 55% devisa pariwisata Indonesia,” jelasnya.
Namun, pesatnya perkembangan pariwisata juga membawa tantangan baru: kemacetan, sampah, dan ketimpangan pembangunan antarwilayah.
“Konektivitas yang kurang baik membuat akses ke Jembrana, Buleleng, dan Karangasem sulit. Inilah yang menimbulkan ketidakseimbangan pembangunan,” tambah Koster.
Ia mengungkapkan telah melakukan audiensi dengan Komisi V DPR RI untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur darat di Bali.
Selain itu, Koster menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie. Ia berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis dalam menyuarakan kebutuhan pembangunan Bali kepada Pemerintah Pusat.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan komitmen KADIN untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menyebutkan pihaknya akan menyusun Strategic Paper guna memperkuat perekonomian Bali.
“Kami bersama Pemprov Bali akan menghitung kebutuhan infrastruktur secara detail. Dengan begitu, kami bisa menyampaikan ke Pemerintah Pusat bahwa investasi ini memiliki return yang baik, payback cepat, dan dampak besar bagi ekonomi,” ungkap Anindya.
Pada kesempatan tersebut, KADIN Bali juga mengukuhkan dan melantik dewan kehormatan, dewan penasehat, dewan pertimbangan, serta dewan pengurus masa bakti 2025–2030. Ketua Umum KADIN Bali kembali dijabat oleh I Made Ariandi.***

