KPK Ajak Masyarakat Sebarkan Pesan Anti Korupsi

10 Desember 2014, 06:33 WIB
KPK sebarkan pesan anti korupsi @2014

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan masyarakat turut menyebarkan pesan anti korupsi dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi yang akut di Indonesia. Dalam kaitan itu, KPK menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh setiap 9 Desember.

Ketua KPK Abraham Samad, mengatakan, momentum ini digunakan menegakkan integritas serta bersinergi dengan semua pihak. “Momentum ini, saat yang tepat untuk menegakkan integritas serta menjadikan korupsi sebagai musuh bersama sehingga semakin banyak masyarakat yang menyebarkan pesan antikorupsi,”  kata Abraham saat memberi sambutan dalam acara pembukaan di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa 9 Desember 2014.

KPK tidak bisa bekerja sendiri, dalam mengemban amanah pemberantasan korupsi. Maka  upaya  membangun  kesadaran  dan  partisipasi  publik  tak  boleh berhenti.  “Kegiatan  merupakan upaya menggandeng semua pihak untuk bersinergi,” katanya.  Faktanya,  memang Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia telah meningkat dari tahun sebelumnya.

Namun, korupsi masih marak terjadi dengan terungkapnya kasus demi kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan penyelenggara negara. Karena  itu,  dia menegaskan,  upaya  pemberantasan  korupsi  yang  dilakukan  KPK,  telah  mengintegrasikan  sisi  penindakan  dan  pencegahan. 

Bila  dicermati,  katanya,  upaya  yang  telah  dan  sedang  dilakukan  KPK,  juga  sejalan  dengan  “Revolusi  Mental”  yang  dicanangkan  Presiden  Joko Widodo.  “Penanganan  kasus  grand  corruption  dan  penguatan  aparat  penegak  hukum. Perbaikan  sektor strategis, serta  Strategi  pencegahan  yang  fokus  pada  aspek  manusia, aspek  sistem dan aspek budaya,” sebut Abraham.

Mengangkat tema “Tegakkan Integritas”, KPK berupaya membumikan makna integritas sebagai salah  satu  dari  9  nilai  antikorupsi  dengan  sejumlah  kegiatan,  antara  lain  pameran,  panggung  apresiasi, seminar dan diskusi, serta lomba seni dan budaya.

Dalam  rangkaian  kegiatan  pameran,  menampilkan  pameran  dan  lelang  barang  gratifikasi,  serta  pameran  integritas  yang  diikuti  118  peserta  dari  kementerian/lembaga,  BUMN/BUMD/  Swasta, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, media massa dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Beberapa acara seminar dan bincang juga diselenggarakan, antara lain  talkshow  Pencegahan Korupsi Berbasis  Keluarga  dan  Pentas  Budaya  Prenggan;  Seminar  Nasional  Koordinasi  dan  Supervisi Pencegahan  Korupsi  bertema  “Peningkatan  Kesejahteraan  Rakyat  yang  Berkeadilan”; 

Saresehan Budaya,   Refleksi  Pemberantasan  Korupsi,  dengan  Lakon  “Tangis”;  Seminar  Nasional  “Saya Perempuan  Antikorupsi”;  serta  Seminar  “Konsep,  Implementasi,  dan  Optimailisasi  Unit  Layanan Pengaduan, Keluhan dan Informasi Publik”.

Untuk  memeriahkan kegiatan, karnaval budaya  Gerakan Antikorupsi  digelar menambil rute  Jalan  Solo  hingga  berakhir  di  Lapangan  Kridosono.  Selain  itu,  Konser  Musik  Antikorupsi “Gropyokan  Korupsi”  dan  Proklamasi  Antikorupsi  menghadirkan  grup  band  seperti  Gigi, Navicula, Superman Is Dead, Jogja Hiphop Foundation, Shaggy Dog, dan Symphoni.  (nar)

Berita Lainnya

Terkini