Kunci Tenang Hadapi Takdir: Belajar Ikhlas dan Tawakal ala Sahabat Nabi

Ustaz Umar Faruq mengingatkan jemaah agar tidak mudah merasa bingung, sedih, kecewa, atau merana dalam menghadapi berbagai situasi hidup.

23 Juli 2026, 21:20 WIB

Badung -Pengajian malam Jumat yang diisi oleh Ustaz Umar Faruq Mahfudz di Gedung Serba Guna Al-Fattah, Sading, Mengwi, Badung, pada Kamis malam (23/7/2026) membawa pesan mendalam tentang pentingnya ketenangan hati dalam menjalani ketetapan Allah SWT.

Dalam ceramahnya, Ustaz Umar Faruq mengingatkan jemaah agar tidak mudah merasa bingung, sedih, kecewa, atau merana dalam menghadapi berbagai situasi hidup.

Segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang berjalan, maupun yang akan datang, merupakan bagian dari kuasa Allah SWT yang harus diterima dengan ikhlas.

“Kemarin itu tidak ada istilah kok bingung, kok sedih, kok kecewa, kok merana… Semuanya dikembalikan kepada Allah. Itu dalam hati,” ujar Ustaz Umar Faruq di hadapan para jemaah.

Sebagai teladan, mencontohkan kisah sahabat Nabi bernama Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang membersamai Baginda Nabi selama 10 tahun.

Selama kurun waktu tersebut, Nabi Muhammad SAW tidak pernah sekalipun melontarkan pertanyaan bernada interogasi atau menyalahkan Anas atas apa yang dilakukannya.

Bahkan, ada kisah ketika Anas sempat meminum minuman milik Nabi Muhammad SAW karena mengira sang Rasul sudah berbuka puasa setelah batal menghadiri sebuah acara.

Ketika Rasulullah SAW datang, tidak sedikit pun marah ataupun menanyakan alasan Anas meminum minuman tersebut.

Sikap Rasulullah SAW ini menunjukkan tingginya tingkat ketenangan, tanpa ada rasa resah, sempit dada, atau kecewa berlebihan.

Ustaz Umar Faruq menyayangkan kebiasaan manusia saat ini yang sering kali merasa cemas secara berlebihan memikirkan masa depan.

“Kebanyakan kita kemarin itu wis, pok’enak, so’weruh, gak enak… Sesok yang belum terjadi niku, iku wis bingung,” ucapnya menyoroti sifat manusia yang kerap cemas memikirkan hari esok.

Melalui wirid dan zikir La ilaha illallah, wala hawla wala quwwata illa billah, Ustaz Umar Faruq mengajak jemaah untuk menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah SWT.

Dengan keyakinan yang kuat, seseorang dapat mencapai makrifat (pengenalan diri kepada Allah) yang spesial, yang dapat ditempuh melalui dua jalan utama, yaitu Thariqul hidayah wal inabah (jalan hidayah dan kembali kepada Allah) serta Thariqul ijtiba’ wal istifa’. ***

Berita Lainnya

Terkini