Padhang Bulan Fest 2026: Cahaya Dakwah Menyapa Jogja Hingga Merapi

Ketua Panitia Padhang Bulan Fest 2026 Muhammad Akhid Subianto, menegaskan semangat tahun ke-4 ini tetap sama : merajut ukhuwah tanpa sekat organisasi.

22 Juli 2026, 05:59 WIB

Yogyakarta – Bersiap menyambut gelaran dakwah akbar yang menjadi simbol kebersamaan umat : Padhang Bulan Fest 2026.

Acara yang akan berlangsung pada 18–21 September 2026 ini adalah momentum persaudaraan lintas generasi dan lintas wilayah, dari kampus UII hingga perbatasan Magelang–Boyolali, dengan puncak perayaan di Jogja Expo Center (JEC).

Ketua Panitia, Muhammad Akhid Subianto, menegaskan semangat tahun ke-4 ini tetap sama : merajut ukhuwah tanpa sekat organisasi.

“Dakwah harus diperkuat dengan kolaborasi. Kalau sendiri-sendiri kita rapuh, tapi kalau bersama, kita jadi kuat. Inilah alasan Padhang Bulan Fest selalu dinanti,” ujarnya yakin.

Target 25 Ribu Jamaah, Tiket Rp 11 Ribu Tim Marketing, Ale, mengungkapkan tahun lalu tercatat 36 ribu peserta. Tahun ini, panitia menargetkan 25 ribu pengunjung, dengan tiket masuk yang hanya naik seribu rupiah menjadi Rp 11 ribu.

“Kenaikan ini bukan untuk keuntungan, tetapi murni menopang operasional. Semua hasil tiket kembali untuk umat,” tegasnya.

Rangkaian safari dakwah akan menjangkau titik-titik strategis: Masjid UII di Jalan Kaliurang, Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu di Muntilan, hingga Masjid Jogokariyan.

Puncaknya, ribuan jamaah akan berkumpul di JEC dalam festival dua hari penuh inspirasi. Nama-nama besar pun siap hadir: Gus Kausar, Anies Baswedan, hingga Ustadz Agam Fachrul dari kalangan Gen Z.

Kehadiran mereka menjadi simbol dakwah lintas generasi, dari ulama senior hingga dai muda yang dekat dengan anak-anak zaman digital.

Simbol Hari Raya Dakwah Jogja Penasehat acara, Ustadz Salim A. Fillah, mengingatkan filosofi “Padhang Bulan” yang berakar dari syair leluhur Jawa.

“Sebagaimana Madinah menyambut Rasulullah dengan syair Thala’al Badru ‘Alayna, bulan purnama adalah tanda harapan. Padhang Bulan Fest adalah harapan kita untuk bergandeng tangan, berukhuwah, dan menyusun agenda perjuangan bersama,” tuturnya.

Keunikan lain, acara ini digerakkan oleh 18 lembaga dakwah di DIY yang rela melebur tanpa menonjolkan logo masing-masing.

“Inilah hari rayanya para pegiat dakwah Jogja. Semua melebur jadi satu, tanpa ego sektoral,” tambahnya.

Tiket resmi dapat dibeli melalui yesplace.com/padangbulan atau tautan di bio Instagram @padangbulan.official. Dengan harga Rp 11 ribu, setiap jamaah yang membeli tiket, ikut menyalakan cahaya dakwah yang menerangi Jogja hingga Merapi.***

Berita Lainnya

Terkini