Kulon Progo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Salah satu prajurit yang gugur, Praka Farizal Ramadan, diketahui berasal dari Kulon Progo.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menegaskan, kepergian para prajurit merupakan kehilangan besar bagi bangsa dan negara.

Dia menyebut almarhum sebagai sosok berdedikasi tinggi yang rela berkorban demi menjaga perdamaian dunia.
DPRD DIY, lanjutnya, memberikan penghormatan tertinggi atas jasa dan pengorbanan almarhum serta berharap semangat juangnya menjadi teladan bagi generasi penerus.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, turut menyampaikan refleksi atas peristiwa tersebut dengan menekankan pentingnya meneladani semangat juang Jenderal Sudirman.
Ia menegaskan perlunya perlindungan bagi prajurit TNI yang masih bertugas, serta mengutuk keras serangan Israel di Lebanon yang dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 dan hukum humaniter internasional.
Eko mendesak adanya investigasi independen serta perhatian serius pemerintah pusat terhadap keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia di Lebanon.
Selain itu, DPRD DIY berkomitmen memberikan dukungan kepada keluarga korban, baik berupa dukungan moral maupun fasilitasi bagi keluarga inti.
Pada 1 April 2026, jajaran DPRD DIY dijadwalkan mengunjungi kediaman Praka Farizal Ramadan di Kulon Progo sebagai bentuk penghormatan.
Eko menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri diminta untuk memberikan perlindungan tidak hanya kepada prajurit TNI, tetapi juga tenaga non-aparat yang bertugas di Lebanon maupun negara lain.
Ia menegaskan perlunya sikap tegas pemerintah terhadap pihak yang melakukan serangan membabi buta, serta membuka opsi penarikan pasukan perdamaian demi keselamatan prajurit Indonesia.***

