Perkuat Bisnis di Era Digital, GoPay Edukasi 150 UMKM Bali soal Keamanan Keuangan

Audrey P. Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay, menjelaskan, literasi finansial merupakan kunci bagi UMKM untuk naik kelas.

21 Mei 2026, 20:37 WIB

Denpasar – Bali sebagai pusat pariwisata dunia terus memacu transformasi digital bagi pelaku UMKM.

Untuk memperkuat daya saing lokal, GoPay menggandeng jajaran regulator—OJK, Bank Indonesia, PPATK, dan AFPI—melalui inisiatif Pintar Bareng GoPay yang membidik 150 pelaku usaha di Denpasar.

Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya strategis untuk memastikan UMKM memiliki “pelindung” dalam menjalankan operasional bisnis digitalnya.

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah optimalisasi QRIS. Bank Indonesia menekankan bagi UMKM Bali, QRIS bukan hanya alat bayar lokal.

Kehadiran fitur QRIS Cross Border menjadi “pintu emas” bagi pelaku usaha untuk melayani pembayaran wisatawan mancanegara dari berbagai negara, mulai dari Singapura, Jepang, hingga Tiongkok, dengan lebih efisien dan tercatat rapi.

Di balik kemudahan teknologi, terdapat risiko yang mengintai. Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti tiga pilar utama bagi UMKM agar bisnis tetap awet:

Legalitas Keuangan: OJK dan AFPI menekankan pentingnya memilih layanan pinjaman yang resmi dan berizin, serta pentingnya manajemen utang yang sehat agar tidak terjebak gagal bayar.

Keamanan Data & Anti-Penipuan: PPATK secara tegas mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga agar bisnis mereka tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk aktivitas ilegal, termasuk judi *online* dan pencucian uang.

Literasi Digital: Penggunaan teknologi harus dibarengi dengan pemahaman mendalam mengenai kerahasiaan data pribadi guna menghindari penipuan.

Audrey P. Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay, menjelaskan, literasi finansial merupakan kunci bagi UMKM untuk naik kelas.

Pihaknya berkomitmen memperkuat fondasi bisnis pelaku UMKM melalui solusi teknologi yang praktis.

“Dengan ekosistem yang aman, UMKM kita akan lebih siap tumbuh secara berkelanjutan dan kompetitif di era ekonomi digital,” jelas Audrey.

Melalui sinergi lintas sektor ini, program Pintar Bareng GoPay menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital di Bali yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga aman bagi seluruh pelaku usaha dan konsumennya. ***

Berita Lainnya

Terkini