Gandeng Mahasiswa, OJK Bali Geber Literasi Keuangan hingga ke Pelosok Desa

Sinergi dengan civitas academica dianggap dalam literasi dan inklusi keuangan sebagai strategi paling efektif untuk menjangkau masyarakat lebih luas,

17 Juli 2026, 05:01 WIB

Denpasar– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus tancap gas memperluas akses pemahaman masyarakat mengenai keuangan. Kali ini, OJK kembali menggandeng dunia kampus melalui program Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026.

Sebanyak 687 mahasiswa dari empat universitas besar—Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura—diterjunkan langsung ke 50 desa di seluruh Bali.

Langkah ini diambil karena OJK menyadari bahwa edukasi keuangan tidak bisa dilakukan sendirian.

Sinergi dengan civitas academica dianggap sebagai strategi paling efektif untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya memajukan ekonomi masyarakat melalui pemahaman keuangan yang lebih baik.

OJK tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah, khususnya di Provinsi Bali.

Diperlukan aliansi strategis untuk mewujudkannya, dengan semangat gotong royong ‘Sagilik Saguluk, Salunglung Sabayantaka. Paras Paros Sarpanaya’ ” ujar Parjiman dalam keterangan resminya.

Sebelum terjun ke lapangan, ratusan mahasiswa tersebut telah dibekali materi intensif, mulai dari pengenalan tugas OJK, perlindungan konsumen, hingga kiat cerdas mengelola keuangan dan cara menghindari kejahatan sektor jasa keuangan.

Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 ini akan fokus pada edukasi langsung ke banjar-banjar, keluarga, hingga kalangan pemuda desa.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para mahasiswa, OJK memberikan jaminan perlindungan jiwa dan kecelakaan kerja dari BPJSTK.

Selain itu, bagi mahasiswa yang telah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN), mereka mendapatkan dukungan investasi di pasar modal dari Bursa Efek Indonesia.

Program KKN LIK ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak 2023, OJK telah menjangkau 100 desa di Bali dengan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa.

Parjiman berharap, melalui program berkesinambungan ini, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan semakin meningkat, yang pada akhirnya mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.***

Berita Lainnya

Terkini