Jakarta – Tidak terasa, perjalanan panjang jaminan kesehatan di Indonesia telah menyentuh usia 58 tahun. Sejak berdiri pada 15 Juli 1968 sebagai BPDPK, hingga kini bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan yang mengelola program JKN, semangat memberikan perlindungan kesehatan bagi rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Saat ini, program JKN telah menjadi tumpuan bagi 285 juta jiwa penduduk Indonesia.
Memperingati hari jadinya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi banyak pihak.
“Selama 58 tahun, kami terus beradaptasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungannya. Kami optimistis, lewat kolaborasi yang kuat, program JKN bisa terus mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Pujo saat acara Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (15/7).
Pujo mengakui tantangan ke depan tidaklah ringan. Dengan rasio klaim yang mencapai 108 persen, BPJS Kesehatan kini fokus menyusun strategi agar program JKN tetap berkelanjutan.
Fokus utamanya adalah menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, perluasan kepesertaan, dan kesehatan finansial program.
Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong digitalisasi layanan agar peserta tidak perlu repot mengurus administrasi secara tatap muka.
Selain itu, upaya peningkatan kepatuhan peserta dan penguatan pendanaan menjadi langkah strategis agar manfaat JKN tetap bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman. Ia menyebut JKN sebagai pilar utama kesehatan masyarakat yang selaras dengan visi nasional.
Dudung juga menyoroti peran aktif BPJS Kesehatan dalam mendukung program prioritas pemerintah, seperti pemantauan kesehatan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis, hingga menjangkau daerah-daerah terpencil (3T) melalui kerja sama dengan TNI AL.
Meski begitu, Dudung mengingatkan agar semua pihak—pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat—tetap bersinergi untuk menjaga keberlangsungan jaminan sosial ini.
Sebagai kado ulang tahun, BPJS Kesehatan juga memperkuat tata kelola organisasi dengan meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001) dan Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan (ISO 37301).
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. ***

