Sleman – Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hingga Juni 2026, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah ini sukses menduduki peringkat pertama di tingkat kabupaten se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Angka kepesertaan tercatat menyentuh 34,53 persen, naik tipis dari triwulan sebelumnya yang berada di angka 33,98 persen.
Capaian manis ini diumumkan dalam Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel, Ngaglik, Sleman, pada Selasa (21/7/2026).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, memaparkan persentase tersebut berarti sudah ada 195.000 pekerja di Sleman yang kini merasakan perlindungan jaminan sosial dari total 566.865 angkatan kerja.
HeBATnya lagi, Sleman menjadi kabupaten pelopor pertama di DIY yang rutin mewadahi forum komunikasi berkala ini demi menggenjot cakupan perlindungan pekerja.
Lonjakan angka kepesertaan ini tidak lepas dari dukungan kuat APBD Pemkab Sleman serta alokasi anggaran dari perangkat desa. Tercatat, ada 22.810 pekerja rentan dari berbagai sektor yang kini sudah resmi terlindungi berkat komitmen tersebut.
Meski jadi juara se-DIY, Pemkab Sleman dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk tidak cepat berpuas diri. Tantangan besar masih menanti hingga penghujung tahun 2026.
Tahun ini, target kepesertaan dipatok di angka 37 persen atau setara dengan 209.740 pekerja. Artinya, masih ada selisih sekitar 14.000 pekerja lagi yang harus dikejar dalam beberapa bulan ke depan.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, langsung bergerak cepat merespons sisa target tersebut. Ia telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan jajaran OPD terkait untuk segera memetakan kantong-kantong pekerja rentan yang belum terjamah.
Pekerja rentan jika mengalami kecelakaan kerja pasti repot secara biaya. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki kepastian perlindungan sebagai jaring pengaman finansial yang vital,” tegas Danang. ***

