Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Ingatkan Pentingnya Kehangatan Orang Tua

1 April 2026, 10:37 WIB

Buleleng – Gelombang kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng kembali menjadi sorotan. Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, dengan tegas mengingatkan kekerasan tidak selalu berbentuk fisik.

“Nada tinggi, bentakan, bahkan kata-kata yang melukai hati anak, itu juga kekerasan,” ujarnya penuh penekanan dalam Sosialisasi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kantor Bupati Buleleng, Selasa (31/3/2026).

Seniasih menekankan benteng utama perlindungan anak adalah ikatan emosional dengan orang tua. Bonding yang hangat, melalui sentuhan, perhatian, dan komunikasi terbuka, menjadi fondasi tumbuh kembang anak.

Namun, ia prihatin ikatan ini kian rapuh, terutama pada keluarga di mana kedua orang tua sibuk bekerja. “Perempuan boleh berkarier, itu penting untuk ekonomi keluarga. Tapi jangan sampai lupa peran sebagai ibu dan istri,” pesannya.

Lebih jauh, Seniasih mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya kasus bunuh diri dan perkawinan anak di Buleleng. Menurutnya, minimnya perhatian orang tua membuat anak merasa ditinggalkan, hingga mengambil keputusan impulsif yang merugikan masa depan mereka.

“Anak dari keluarga yang bercerai sering kali merasa tidak diterima. Dari kebingungan itu, lahirlah perkawinan anak,” jelasnya.

Tantangan lain datang dari derasnya arus teknologi dan media sosial. Seniasih mengingatkan akses tanpa batas membuat anak mudah terpapar konten negatif dan membandingkan diri dengan orang lain.

“Ini berbahaya bagi mental dan pendidikan mereka. Orang tua harus hadir, menjadi filter sekaligus sahabat bagi anak,” tegasnya.

Sosialisasi KLA di Buleleng menghadirkan tiga narasumber: Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng, serta Kepala Bidang PPM Bappeda Provinsi Bali, dengan dukungan penuh Forkopimda Kabupaten Buleleng.***

Berita Lainnya

Terkini