Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan rasa prihatin atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhoni yang tewas pada 28 Maret 2026, serta Kapten Inf Zulmi dan Sertu Ikhwan yang menyusul pada 30 Maret 2026.
Dalam keterangannya di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026), Sultan menegaskan risiko penugasan di daerah rawan konflik memang tidak bisa dihindari.
“Risikonya itu ada, tapi harapan saya ini yang terakhir, jangan ada korban lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penugasan di wilayah konflik memiliki konsekuensi lebih besar dibandingkan di daerah aman.
Pantauan di rumah duka Praka Farizal Rhomadhoni di Ledok, Lendah, Kulon Progo, menunjukkan warga dan pejabat setempat terus berdatangan untuk melayat.
Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menyampaikan bahwa jenazah para prajurit direncanakan dipulangkan pada 1 April 2026 untuk dimakamkan di kediaman masing-masing.
Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah mengingat situasi di Lebanon yang belum kondusif. ***

