Sri Sultan Ingatkan Pejabat Baru Pemda DIY: Kewibawaan Lahir dari Kerja Nyata, Bukan Kursi Kekuasaan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak cepat jumawa atas kursi kekuasaan yang kini mereka duduki.

5 Agustus 2026, 20:56 WIB

Yogyakarta –  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan sumpah jabatan bukanlah sekadar seremoni formalitas belaka. Ukuran sejati seorang pemimpin terletak pada manfaat dan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sri Sultan saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemda DIY yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/8).

Dalam amanatnya, Raja Keraton Yogyakarta ini mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak cepat jumawa atas kursi kekuasaan yang kini mereka duduki.

“Hari ini Saudara menerima jabatan. Jangan terburu-buru merasa telah menjadi pemimpin. Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini akan menjadi saksi atas bagaimana amanah itu dijalankan dari hari ke hari,” ujar Sri Sultan.

Mengutip falsafah kepemimpinan Wahyu Cakraningrat, Sultan menyebutkan amanah hanya pantas diemban oleh sosok yang memiliki integritas, keteguhan, dan kesediaan untuk menjalani laku pengabdian.

Ia menambahkan kewibawaan tidak pernah lahir dari selembar kertas keputusan, melainkan dari laku yang teruji dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, sejarah, serta rakyat.

Pelantikan ini sekaligus menandai penguatan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda DIY berdasarkan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 411 Tahun 2025.

Sultan memastikan  promosi dan rotasi jabatan kini murni berbasis kinerja, kompetensi, potensi, integritas, dan moralitas tanpa didasari kesan sesaat atau bisikan di lorong-lorong kekuasaan.

Lebih lanjut, Sultan menyoroti pentingnya menghapus sekat ego jabatan dan kelembagaan dalam birokrasi. Sesuai dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana, kehormatan seseorang tidak diukur dari posisi jabatannya, melainkan dari sumbangsih dan jejak pengabdian yang ditinggalkan bagi masyarakat DIY.

Para pejabat baru juga diminta untuk merangkul seluruh staf, menghargai kompetensi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mengakselerasi pelayanan publik di sektor strategis seperti infrastruktur, pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan pelayanan sosial.

Penerapan budaya kerja SATRIYA juga diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata guna meningkatkan martabat dan kesejahteraan warga DIY.

Usai acara, Sri Sultan menjelaskan bahwa rotasi dan promosi ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus mematuhi regulasi masa jabatan yang mewajibkan rotasi setelah lima tahun.

Dari sembilan pejabat yang dilantik, mayoritas merupakan pergeseran posisi akibat aturan masa jabatan, sementara enam orang lainnya merupakan promosi dari golongan lebih rendah.

Daftar 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemda DIY yang Dilantik:

Anna Rina Herbranti — Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan

Imam Pratanadi — Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum

Ana Windyawati — Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik

Aris Prasena — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY

Raden Suci Rohmadi — Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY

Anton Raharja — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY

Suyarno — Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY

Atik Sudarmi — Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY

Poniran — Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah DIY . ***

Berita Lainnya

Terkini