PIB College dan BAKU Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Utama Wisata Kesehatan Lewat Pelatihan TCM

Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc., menjelaskan Traditional Chinese Medicine (TCM) Workshop Series 02 merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi sebelumnya yang bertujuan menjadikan wellness tourism sebagai salah satu pilar unggulan baru pariwisata Bali.

5 Agustus 2026, 19:41 WIB

Tabanan — Pengambangan sektor pariwisata kesehatan (wellness tourism) di Pulau Dewata kian menunjukkan kemajuan nyata. Langkah strategis ini kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Traditional Chinese Medicine (TCM) Workshop Series 02 yang diinisiasi oleh Politeknik Internasional Bali (PIB) College bekerja sama dengan BAMA Karya Usada (BAKU).

Berlangsung di Cafe Lab PIB College, Kabupaten Tabanan, Rabu (5/8/2026), kegiatan ini mengusung tema besar integrasi pengobatan tradisional ke dalam ekosistem pariwisata modern.

Workshop tersebut menghadirkan pakar pengobatan tradisional Tiongkok sekaligus ahli bone-setting dan rehabilitasi asal Tiongkok, Dr. Wang Lu, sebagai narasumber utama.

Dalam sesi interaktif ini, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai penerapan prinsip TCM yang dikombinasikan dengan konsep kuliner sehat.

Pembahasan materi tidak hanya berfokus pada pengolahan makanan bernutrisi, melainkan turut mengupas keterkaitan erat antara asupan nutrisi, struktur tulang, postur tubuh, hingga kesehatan fisik secara menyeluruh.

Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc., menjelaskan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi sebelumnya yang bertujuan menjadikan wellness tourism sebagai salah satu pilar unggulan baru pariwisata Bali.

“Sebelumnya kami sudah menggelar workshop pertama. Kali ini kami mengangkat exotic culinary TCM untuk tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan. Ini merupakan bagian dari wellness tourism, di mana hari ini kami memberikan fokus khusus pada aspek struktur tulang,” ujar Erika di sela-sela acara.

Menurutnya, pengembangan wisata kesehatan menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan bagi daerah. Dibandingkan pariwisata konvensional pada umumnya, segmen wellness dan luxury tourism terbukti mampu mendatangkan tingkat pengeluaran per wisatawan (spending per tourist) yang jauh lebih tinggi.

Melalui konsistensi program ini, PIB College bahkan memproyeksikan diri sebagai pusat lembaga sertifikasi resmi Traditional Chinese Medicine pertama di Indonesia. Ke depannya, para pelaku industri retreat dan kebugaran dapat mengirimkan sumber daya manusianya untuk menempuh pelatihan dan memperoleh sertifikasi profesional di kampus tersebut.

Kemitraan strategis antara PIB College dan BAKU sendiri telah terjalin solid selama tiga tahun terakhir. Dalam pelaksanaan workshop seri kedua ini, sinergi semakin diperkuat dengan kehadiran tim medis dan ahli asal Tiongkok—termasuk Dr. Wang Lu dan Justin—yang berkolaborasi langsung dengan pihak penyelenggara.

“Kami ingin menjaga kolaborasi ini agar terus memberikan dampak luar biasa bagi pertumbuhan wellness tourism di Bali. Barangkali PIB merupakan institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang membuka kelas khusus seperti ini,” tambahnya.

Erika menilai, arah pengembangan pariwisata kesehatan ini sangat selaras dengan kebijakan pemerintah pusat serta tren pasar global yang kini bergeser menuju pariwisata berkualitas (quality tourism) dan pasar khusus (niche market).

Guna memastikan keberlanjutan jangka panjang, materi dan keahlian terkait TCM ini juga akan diintegrasikan secara resmi ke dalam kurikulum Program Studi Manajemen Perhotelan strata 1 di PIB College, sehingga para lulusannya kelak memiliki kompetensi khusus untuk mengisi kebutuhan industri hotel bintang lima pada layanan retreat dan wellness.

Sementara itu, Dr. Wang Lu dalam pemaparannya memandang  ilmu pengobatan tradisional Tiongkok merupakan aset teknologi kesehatan yang bersifat universal.

Pengaplikasiannya dinilai relevan dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat lintas bangsa, mulai dari wisatawan Nusantara hingga mancanegara dari belahan dunia Barat dan Eropa.

Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Bali Mandarin Academy, David Kurniawan, yang menekankan pentingnya aspek edukasi dan transfer pengetahuan dalam kerja sama ini. Pihaknya menggandeng sejumlah rumah sakit terkemuka di Tiongkok untuk mendatangkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi klinis tinggi.

“Tujuannya agar masyarakat, khususnya sivitas akademika di PIB College, dapat memahami secara komprehensif mengenai penerapan TCM. Tim medis yang kami hadirkan sangat kompeten, sehingga tidak hanya berorientasi pada layanan semata, tetapi juga membawa teknologi dan transfer pengetahuan untuk diimplementasikan langsung di Bali,” ungkap David.

Melalui penyelenggaraan TCM Cooking Workshop Series 02 ini, PIB College bersama BAKU optimis dapat memperluas wawasan para pelaku industri pariwisata, akademisi, serta masyarakat luas. Sinergi antara tradisi pengobatan holistik dan industri pariwisata modern diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru dalam memperkuat daya tarik Bali di kancah internasional.***

Berita Lainnya

Terkini