Dari Parkir ke Angkringan: Senopati Hadirkan Wajah Baru Malioboro

Kini Plataran Senopati Jogja menampung 33 lapak, 20 pedagang asongan dengan beragam, dari nasi kucing, sate-satean, hingga ronde dan jahe serai dengan harga wajar dan daftar menu jelas.

3 Mei 2026, 17:21 WIB

Yogyakarta – Kawasan parkir Senopati kini punya wajah baru. Sabtu malam, 2 Mei 2026, area ini resmi diluncurkan sebagai destinasi kuliner bertajuk Plataran Senopati.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan bregada, tarian tradisional, hingga hiburan yang membuat pengunjung Malioboro berbondong-bondong datang.

Ketua Koperasi Senopati, Harjito, menuturkan, ide ini lahir dari keresahan warga setelah akses bus pariwisata ditutup.

Kebijakan tersebut sempat memukul ekonomi sekitar, terutama bagi 600 anggota koperasi yang terdiri dari jukir, pedagang asongan, dan pengemudi becak.

“Kalau bis ditutup, seribuan orang termasuk keluarga jadi kesulitan makan,” ujarnya.

Untuk menghidupkan kembali kawasan, komunitas berembug dengan Pemkot Yogyakarta.

Hasilnya, sisi barat parkiran disulap menjadi area kuliner dengan konsep dapur bersih, sementara bagian tengah dan timur tetap difungsikan untuk parkir mobil dan elf.

Konsep ini terinspirasi dari keberhasilan Pendopo Lawas di Alun-alun Utara.

Menariknya, seluruh modal awal berasal dari iuran mandiri pedagang: 68 orang urunan Rp1,5 juta per orang, terkumpul Rp102 juta untuk gerobak, lampu, dan perlengkapan dapur.

Kini, Plataran Senopati menampung 33 lapak, 20 pedagang asongan, serta belasan jukir. Menu yang ditawarkan beragam, dari nasi kucing, sate-satean, hingga ronde dan jahe serai. Pengelola memastikan harga wajar dengan daftar menu yang jelas.

Dukungan juga datang dari Dandim Kota Yogyakarta, Kolonel Inf. Arif Setiyono, yang menilai kawasan ini bisa menjadi penyangga Malioboro sekaligus meningkatkan taraf hidup warga.

Pengunjung pun memberi respons positif. Dua wisatawan remaja, Arsha Shara (13) dan Khanza Iren (12), mengaku senang dengan harga yang ramah pelajar.

“Makanannya tradisional semua, tapi ada juga yang modern. Harganya terjangkau banget,” kata mereka.

Malam itu, pengelola bahkan membagikan menu angkringan gratis, membuat antrean panjang hingga menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Plataran Senopati diproyeksikan menjadi titik temu baru di jantung Jogja, tepat di kawasan Titik Nol KM Malioboro.

Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari toilet bersih berstandar tinggi hingga kursi untuk pengunjung. Kawasan ini buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB.***

Berita Lainnya

Terkini