Demi Pemilu Ramah Disabilitas, Noor Harsya: KPU Terus Belajar Penuhi Kebutuhan Pemilih

Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, menegaskan edukasi pemilu ke SLB merupakan komitmen KPU untuk merangkul kelompok rentan agar bisa terlibat penuh dalam pesta demokrasi.

25 Juni 2026, 22:31 WIB

Yogyakarta– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan edukasi pemilu yang unik di SLB Negeri Pembina Yogyakarta pada Rabu (24/6/2026).

Sebanyak 75 siswa dari jenjang SMPLB, SMALB, hingga alumni diajak belajar proses pemungutan suara melalui simulasi yang dirancang khusus.

Kegiatan ini dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami, terutama bagi siswa dengan down syndrome dan hambatan intelektual.

Edukasi kepemiluan digelar KPU Kota Yogyakarta bagi siswa disabilitas/dok.oliviarianjani

Agar suasana tidak kaku, para siswa bahkan diajak berlatih memilih melalui simulasi sederhana, seperti memilih gambar makanan favorit antara es krim atau donat, sebelum masuk ke simulasi pemilihan yang sesungguhnya.

Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, menegaskan edukasi pemilu ke SLB merupakan komitmen KPU untuk merangkul kelompok rentan agar bisa terlibat penuh dalam pesta demokrasi.

“Kami ingin memberi bekal sejak dini, agar tiga tahun lagi mereka punya pengalaman dan keberanian menggunakan hak pilihnya di TPS yang ramah difabel,” ujar Harsya di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Harsya menjelaskan  hasil simulasi ini akan dijadikan materi video panduan bagi petugas di lapangan (PPK, PPS, dan KPPS).

Tujuannya, agar petugas lebih siap memberikan layanan yang tepat, baik bagi pemilih yang bisa mandiri, setengah mandiri, maupun yang membutuhkan pendampingan khusus.

Data KPU Kota Yogyakarta mencatat ada sekitar 2.460 pemilih difabel dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pada pemilihan sebelumnya, partisipasi kelompok ini mencapai 1.441 orang. KPU pun menargetkan angka partisipasi ini terus meningkat di tahun 2029 mendatang melalui pendekatan yang lebih personal.

Senada dengan KPU, guru SLB Negeri Pembina, Yayuk Sugiyati, sangat menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai edukasi kepemiluan sangat penting bagi siswanya.

“Ini sangat penting agar hak suara mereka tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab karena ketidaktahuan. Dengan metode yang menyenangkan seperti ini, anak-anak jadi lebih mudah paham,” kata Yayuk optimis.

Yayuk berharap sosialisasi serupa terus dilakukan secara berkala saat mendekati hari pemilihan, agar para siswa benar-benar siap dan mandiri saat menyalurkan hak suaranya nanti.***

Berita Lainnya

Terkini