Gebyar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Warga Buleleng Diingatkan Lindungi Diri dari Risiko Kerja

27 Agustus 2026, 13:05 WIB

Buleleng – Warga Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, diingatkan pentingnya memiliki perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Edukasi tersebut disampaikan dalam Gebyar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dirangkaikan dengan sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani.

Kegiatan itu juga diisi dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) Rp42 juta kepada ahli waris salah satunpeserta BPJS Ketenagakerjaan, Nengah Mega.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng, I Gusti Ayu Hayatti Yowani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa risiko kecelakaan kerja maupun kematian dapat terjadi kapan saja, termasuk pekerja sektor informal.

“Melalui gebyar ini kami mengedukasi masyarakat agar sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Ayu, Kamis (27/8/2026).

Ayu menyebut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah tersebut sudah cukup tinggi. Hampir 60 persen warga disebut telah terdaftar sebagai peserta.

Peserta berasal dari berbagai segmen, baik pekerja penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU).

“Antusias masyarakat cukup bagus. Hampir 60 persen sudah terdaftar,” ujarnya.

Ia mengatakan banyak warga Penarukan bekerja sebagai pedagang dan petani. Karena itu, pemahaman mengenai perlindungan terhadap risiko pekerjaan dinilai penting untuk terus ditingkatkan.

Melalui Gebyar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, warga juga didorong untuk mengajak keluarga maupun pekerja di lingkungan sekitar agar ikut menjadi peserta.

“Terutama pedagang dan petani, mereka juga harus memahami risiko dalam pekerjaannya dan pentingnya mendapatkan perlindungan,” kata Ayu. ***

Berita Lainnya

Terkini