Kabarnusa.com – Kapolda Bali Irjen Pol Roony F Sompie kaget mengetahui anggotanya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Bangli sampai kembali ke rumah hingga terjadi peristiwa berdarah merenggut dua nyawa.
Diketahui, I Nyoman Suarsa (36) oknum polisi yang membunuh keponakan dan iparnya di Kabupaten Bangli diduga mengidap gangguan jiwa Skizofrenia.
Sekedar diketahui, Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.
Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Dan seringkali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Suarsa merupakan, warga Banjar Apuan Kaja, Desa Apuan, kecamatan Susut, ada Jumat 12 Juni 2015, menggorok keponakannya sendiri Ni Luh AD (7) dan iparnya Komang Sudiani dirumahnya, hingga keduanya meregang nyawa.
Menurut Kepolda Ronny, anggotanya yang dinas di Polsek Susut, sejak lama mengalami gangguan jiwa.
“Yang bersangkutan sudah pernah dirawat di RSJ Bangli. Mengapa dia kembali ke rumah, ini yang masih kita evaluasi,” ucap Ronny F Sompie, di Denpasar, Sabtu (13/6/2015).
Usai bertindak brutal Suarsa kini masih diamankan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli hingga proses penyelidikan lebih lanjut.(kto)

