Mangapura – Di era derasnya arus informasi digital, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengingatkan seluruh personel untuk cerdas berkomunikasi dan bijak menggunakan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka pelatihan bertema “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” yang digelar bersama AMSI Bali.
Sebanyak 50 personel mengikuti kegiatan yang fokus pada literasi digital, etika bermedia sosial, dan strategi komunikasi publik.
Kapolres menegaskan, setiap aktivitas digital anggota Polri dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.“Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita,” tegas Joseph.
Ia mengingatkan agar personel tidak mudah terpancing informasi tanpa verifikasi, serta mampu berpikir kritis sebelum membagikan konten. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan publik, menangkal hoaks, dan memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.
Mewakili Ketua AMSI Bali, Ngakan Made Giriyasa menilai ruang digital semakin padat dengan hoaks dan konten negatif, sehingga literasi digital perlu terus ditingkatkan.
Dua narasumber turut hadir : Dr. Ni Made Ras Amanda G., akademisi Universitas Udayana, membawakan materi tentang fenomena komunikasi digital dari perspektif akademis.
Lenny Pande, Media & Public Relations sekaligus anggota Majelis Etik AMSI Bali, menekankan pentingnya literasi informasi dengan tema “HOAX? NO, JOURNALIST? YES! Saring Sebelum Sharing, Konfirmasi Sebelum Publikasi”.
Melalui pelatihan ini, personel Polres Badung diharapkan menjadi garda terdepan komunikasi digital yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Literasi digital adalah keterampilan dan fondasi untuk menjaga citra Polri dan memperkuat kepercayaan masyarakat di era informasi tanpa batas.***

