Massa Adat Bakar Puluhan Rumah Nelayan di Bali

26 April 2015, 14:40 WIB

Kabarnusa.com – Massa mengatasnamakan adat melakukan tindakan anarkis dengan membongkar dan membakar puluhan rumah nelayan di sekitar Danau Tamblingan Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng  Bali.

Ironisnya, aksi anarkis massa disaksikan aparat desa dan pemerintahan
setempat yang tidak mampu mencegahnya pada Sabtu 25 April 2015.

Koordinator
Sektetariat Kerja Penyelamat dan Pelestarian Lingkungan Hidup (SKPPLH) Bali
Made Mangku yang melakukan pendampingan warga, menyesalkan
kejadian itu.

“Kejadiannya Sabtu 25 April 2015 ada 22 rumah nelayan
dirobohkan paksa dan dibakar,” ujar Mangku kepada wartawan di Denpasar Minggu
(26/4/2015).

Dari informasi  dihimpunnya aksi dilakukan ratusan warga yang tergabung dalam Catur Desa Adat Dalem Tamblingan.

Massa merobohkan bangunan semi permanen yang dihuni sejak tahun 1991 di kawasan sekitar hutan lindung dan Danau Tamblingan.

“Mereka tidak memiliki tempat tinggal karena semua dibongkar diibakar,” sesalnya didampingi aktivis SKPPLH  lainnya Harso.

Kata Mangku, cara cara yang dilakukan tidak manusiawi.mereka dengan mengatasnamakan adat.

Tindakan anarkis massa, selain tidak berdasar juga mestinya bisa dicegah pemerintah jika pertemuan mediasi dilakukan.

“Waktu ketemu Bupati
Buleleng Agus Suradnyana dikatakan tidak ada cara-cara pemaksaan atau
lewat kekerasan, namun yang terjadi sebaliknya seperti kemarin,”
tukasnya.

Pihaknya prihatin karena ada  nelayan 22 KK terdiri anak-anak dan orang tua yang sudah uzur, kini tidak punya harta benda lagi.

Bahkan yang
mengerikan, para pelaku memotong kepala hewan ternak milik penduduk
nelayan di sana seperti ayam dan kambing dan menyisakan tubuh yang
merupakan bentuk teror kepada warga.

“Mereka kini masih bertahan dalam pengungsian yang masih di kawasan hutan lindung,” imbuhnya. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini