Menteri Marwan dan BI Teken MoU Pastikan Bantuan Desa Tepat Sasaran

28 Mei 2016, 07:52 WIB

Menteri%2Bmarwan%2Bj

Kabarnusa.com – 
Guna memastikan agar bantuan Desa memenuhi unsur 6 T (tepat sasaran,
jumlah, harga, waktu, administrasi dan kualitas) Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan
penandatanganan MoU dengan Bank Indonesia dan kementerian terkait.

Kementerian
dimaksud Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), serta
3 kementerian di bawah naungan Kemenko PMK lainnya yakni Kementerian
Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kementerian agama, menandatangani
kesepahaman bersama dengan Bank Indonesia (BI).

MoU sebagai upaya elektronifikasi penyaluran bantuan sosial.

Menteri
Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, dengan adanya komitmen bersama
tersebut diharapkan dana yang disalurkan ke desa akan memenuhi prinsip
6T, yakni Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat harga, Tepat waktu, Tepat
administrasi dan Tepat kualitas.

Ini adalah satu langkah strategis dan tepat. Mengingat dana-dana yang disalurkan semakin besar.

“Sebenarnya
ini sudah diterapkan, bantuan dana desa disalurkan melalui rekening
negara ke rekening kabupaten, lalu dari rekening kabupaten disalurkan ke
rekening desa, tidak diberikan secara tunai,” ujarnya dalam keterangan
tertulis diterima Kabarnusa.com Jumat 27 Mei 2016.

Tingginya
geliat ekonomi di desa akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan
lembaga keuangan. Sebab, masyarakat nantinya kan mulai berpikir untuk
menyimpan sebagian uangnya sebagai salah satu upaya investasi.

Tidak
hanya itu, masyarakat juga akan berpikir untuk melakukan peminjaman
sebagai modal usaha, sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah.

Dengan
melihat kondisi ini, perlu adanya peningkatan sarana dan pra sarana
teknologi informasi dan komunikasi, agar masyarakat mudah mengakses
mobile banking, sms banking, dan internet banking.

Menurutnya,
perlu adanya deregulasi kebijakan perbankan dengan memasukkan sistem
perekonomian inklusif, untuk memberi kemudahan dalam mengakses layanan
perbankan kepada pelaku usaha kecil di daerah, terutama masyarakat
miskin, penyandang disabilitas, buruh, seperti kemudahan dalam pemberian
bantuan permodalan.

“Juga perlu didorong pendirian bank,minimal
satu kecamatan memiliki bank cabang terutama di Kawasan Timur
Indonesia,” sambung menteri asal Pati Jawa Tengah itu.

Dikatakan,
Kementerian Desa PDTT memiliki ruang lingkup kerja di 74.754 desa, 277
kawasan perdesaan, 122 kabupaten tertinggal, 41 kabupaten perbatasan 58
kabupaten rawan konflik, serta 619 kawasan transmigrasi yang tersebar di
seluruh Indonesia.

Dana desa yang disalurkan sejak Tahun 2015
lalu yakni Rp20,7 Triliun, dan meningkat di Tahun 2016 yakni Rp47
Triliun, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan masyarakat.

Diasumsikan,
Jika 60 persen dari total dana desa digunakan untuk infrastruktur, maka
akan berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,8 juta
orang, dengan perhitungan waktu antara 3 sampai 6 bulan.

Selain
itu, melalui aktifitas pengembangan ekonomi perdesaan, bisa menyerap
tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang secara permanen,” sebut dia.

Gubernur
BI, Agus DW Martowardojo juga mengakui bahwa bantuan di desa sudah
dapat mendukung aktifitas perekonomian lebih dari 74 ribu desa. Namun ia
mencermati, bahwa penerimaan yang ditargetkan ke desa begitu besar,
luas dan tidak ringan.

“Ini banyak tantangan,  bahwa permasalahan
yang dialami bagi penerima memerlukan waktu dan biaya. Karena desa
dengan lokasi di daerah terpencil dan pulau terluar, membutuhkan waktu
dan biaya yang besar,” tuturnya.

Penyaluran bantuan secara
elektronik (non tunai) tersebut, akan mengurangi risiko kebocoran dan
mengurangi prilaku konsumtif masyarakat.

Selain itu, melalui elektronifikasi, dokumen-dokumen keuangan akan bisa diaudit dengan mudah kapanpun.

“Tunai
itu rawan kebocoran, nanti yang diterima tidak sesuai dengan jumlah
sebenarnya. Kemudian tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Kalau
elektronik, dokumen setiap waktu bisa diaudit,” demikian Agus. (des)

Artikel Lainnya

Terkini