Optimalkan Ajang BBTF 2026, Jatiluwih Perkuat Jejaring Bisnis dan Pasar Domestik

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menegaskan BBTF 2026 menjadi ajang promosi paling efektif untuk membangun relasi langsung dengan para buyer, agen perjalanan, hingga pengelola hotel.

31 Mei 2026, 20:38 WIB

Nusa Dua -– Partisipasi Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dalam ajang *Bali & Beyond Travel Fair* (BBTF) 2026 di Nusa Dua menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi kawasan warisan dunia ini dalam peta pariwisata nasional.

Di tengah tantangan global, kehadiran Jatiluwih dalam event internasional tersebut terbukti menjadi strategi jitu untuk memperluas jangkauan pasar.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menegaskan BBTF 2026 menjadi ajang promosi paling efektif untuk membangun relasi langsung dengan para buyer, agen perjalanan, hingga pengelola hotel.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memfasilitasi kami di BBTF tahun ini. Ini adalah wadah yang sangat strategis.

“Saya bahkan secara khusus menerjunkan tim untuk membangun jejaring bisnis, bukan sekadar mempromosikan destinasi, tapi meyakinkan travel agent dan hotel untuk menjual paket Jatiluwih,” ujar John di sela penutupan BBTF, Sabtu (30/5).

Dampak konflik global yang memicu penurunan kunjungan wisatawan mancanegara asal Eropa diakui menjadi tantangan tersendiri.

Namun, melalui pertemuan bisnis di BBTF 2026, Jatiluwih kini lebih agresif membidik pasar domestik.

John menjelaskan, melalui interaksi dengan para pemangku kepentingan di industri pariwisata selama BBTF, Jatiluwih kini lebih percaya diri untuk menggarap potensi wisatawan nusantara.

Strategi ini terbukti mampu menjaga stabilitas pendapatan Jatiluwih, meski tren kunjungan mancanegara sedang terkoreksi.

Selain memperluas jejaring bisnis, panggung BBTF juga digunakan Jatiluwih untuk memperkenalkan inovasi terbaru, yaitu Jatiluwih Run yang akan dihelat pada 21 Juni 2026 mendatang.

Dengan target 2.000 pelari, ajang sport tourism ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi ganda (multiplier effect), tidak hanya bagi pengelola DTW tetapi juga bagi 40 UMKM lokal yang akan terlibat.

BBTF memberi kami kesempatan untuk memaparkan bahwa Jatiluwih bukan hanya soal pemandangan, tapi juga destinasi yang inovatif dan siap melayani berbagai segmen wisatawan,” tambah John.

Melalui sinergi di BBTF 2026, Jatiluwih optimistis dapat menjaga denyut pariwisata daerah tetap produktif di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memastikan manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa adat.

, John Ketut Purna, menyebutkan bahwa keterlibatan masyarakat desa adalah kunci utama.

“Saat kami mengadakan festival, hampir 99% masyarakat terlibat aktif. Bahkan, untuk *Jatiluwih Run* pada 21 Juni nanti, kami menggandeng setidaknya 40 UMKM lokal untuk melayani para pelari,” ujarnya.

John menjelaskan  strategi ini dirancang untuk memastikan dampak ekonomi dari pariwisata benar-benar dirasakan oleh warga.

Dengan target lebih dari 2.000 peserta lari, acara ini diharapkan menjadi stimulus yang efektif untuk menggerakkan roda perekonomian desa di tengah tren penurunan kunjungan wisatawan Eropa akibat situasi global.

Menariknya, meskipun kunjungan wisatawan mancanegara diprediksi melambat, kebijakan penyesuaian tiket yang diambil manajemen sejak April 2026 terbukti mampu menjaga arus pendapatan tetap stabil.

Bagi John, stabilitas ini adalah modal untuk terus berbenah.

Selain aspek ekonomi, manajemen Jatiluwih juga sangat memperhatikan kelestarian alam yang menjadi aset utama kawasan UNESCO tersebut.

Pihaknya telah menetapkan aturan tegas bagi peserta lari agar tidak merusak pematang sawah maupun memetik padi petani.

“Kami ingin sport tourism ini membawa dampak besar, namun tetap menjaga harmoni antara wisatawan, aktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat adat,” pungkas John.

Ia pun berharap dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah, seperti perbaikan akses jalan dan penataan parkir, dapat segera terealisasi guna mendukung kenyamanan pengunjung ke depannya.***

Berita Lainnya

Terkini