Kabarnusa.com – Pengamanan jalur masuk ke Bali di Pelabuhan Gilimanuk belakangan ini agak mengendor. Terbukti pemeriksaan orang, barang dan kendaraan yang turun dari kapal secara berlapis di Pos II dan Pos KTP belum maksimal.
Seperti dialami sejumlah bus AKAP dan mobil travel dari Jawa dari beberapa daerah di pulau Jawa.
Dari pengamatan Kabarnusa.com, sejumlah bus malam terutama bus pariwisata nampak lolos tanpa pemeriksaan barang, orang dan kendaraan saat melewati Pos II dan Pos III serta pos KTP.
Salah satunya bus AKAP sarat penumpang jurusan Jawa Tengah-Bali Selasa (19/5/2015) pagi. Dengan leluasa melintas Pos II tampa diperiksa. Lantaran petugas di Pos II disibukkan pemeriksaan kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang bebarengan keluar dari kapal.
Semestinya, selain diarahkan ke Pos III, penumpang diturunkan untuk pemeriksaan barang dan orang melewati security gate.
Namun dari pengamatan saat itu, bus dengan leluasa keluar dari Pos II menuju Pos Pemeriksaan KTP.
Bukan itu saja, bus yang penuh dengan muatan penumpang itu juga nampak lolos pemeriksaan ketika melalui pos KTP.
Padahal di sekitar pos KTP saat itu, sepi penumpang atau kendaraan yang diperiksa sehingga petugas berkerumun di sekitar jalan keluar, termasuk di pos utama.Namun tidak ada satupun yang menghentikan bus hingga keluar dari areal pemeriksaan KTP.
Hal serupa terjadi pada beberapa mobil travel yang melintas di pintu masuk itu, Sejumlah travel bisa leluasa melintas tanpa pemeriksaan barang ataupun KTP.
Mobil melintas dengan leluasa tetapi salah seorang turun dari mobil dan menghampiri salah satu petugas jaga. Menurut salah seorang sumber, mereka sengaja turun untuk memberikan setoran.
Bukan hanya di Pos II, di pos keluar tepatnya dekat Terminal Gilimanuk yang dijaga petugas perhubungan, mereka turun menyetor agar bisa leluasa lolos dari pemeriksaan.
Sejatinya pengamanan di jalan masuk Pelabuhan Gilimanuk sempat menjadi perhatian Kapolda Bali Irjen Pol. Ronny F. Sompie.
Dalam kunjungannya belum lama ini, Kapolda menjelaskan keamanan Bali merupakan tanggungjawab bersama, baik kepolisian dan pemerintah daerah.
Apalagi dengan alat canggih X-ray yang belum lama ini telah ditarik dari Gilimanuk, praktis pengamanan dilakukan manual dan melalui protap yang ada.
Namun belakangan, pengamanan cenderung longgar. Terutama bagi angkutan umum yang sudah terbiasa lalu lalang melintasi pelabuhan besar ini.(dar)

